PADANG- Akademisi Universitas Andalas (Unand) Insanul Kamil berpendapat, menghadapi situasi pertumbuhan ekonomi Pascacovid-19 serta menjawab tantangan kemajuan daerah ke depan, Sumatera Barat membutuhkan sosok pemimpin yang progresif dan transformatif. Tidak terjebak kepada subjek siapa yang memimpin, namun lebih kepada bagaimana pemikirannya terhadap kemajuan dan perubahan tersebut.
“Memperhatikan kondisi saat ini, serta menjawab tantangan untuk membawa kemajuan kepada daerah ke depan, sosok pemimpin yang dibutuhkan adalah yang progresif dan transformatif,” kata Insanul Kamil dalam diskusi Bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumatera Barat, Kamis (2/5/2024).
Dalam diskusi yang dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. M. Nurnas dan Rahmad Saleh serta Wali Kota Padangpanjang Fadhly Amran itu, Insanul memaparkan, pemimpin yang berwawasan kemajuan dan perubahan itu dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ke depan yang akan semakin komplek. Situasi pascapandemi Covid-19 yang nyaris melumpuhkan ekonomi membutuhkan inovasi dan kerja keras.
Dalam kesempatan itu, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. M. Nurnas menambahkan, Sumatera Barat saat ini telah sampai di ujung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2005-2025. Dengan demikian maka akan dimulai periodisasi RPJPD baru tahun 2025-2045 yang saat ini sedang dalam pembahasan.
“RPJPD ini merupakan rencana pembangunan berkelanjutan yang menjadi pedoman bagi gubernur dan wakil gubernur menyusun visi dan misi yang selaras dengan itu,” ujarnya.
Nurnas memaparkan kondisi pembangunan daerah yang sudah berjalan, masih banyak kekurangan yang harus diselesaikan termasuk di bidang infrastruktur. Dalam pada itu, kondisi keuangan daerah tidak mungkin menyelesaikan itu karena APBD yang terbatas.
“Bicara pertumbuhan ekonomi, harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur. Kondisinya saat ini masih banyak kekurangan sementara keuangan daerah terbatas,” ujarnya.
Melihat kondisi itu, kepala daerah ke depan hendaknya mampu menjawab pemenuhan kebutuhan tersebut melalui lobi kepada pemerintah pusat. Selain itu juga dibutuhkan kolaborasi antar pemprov dengan pemerintah kabupaten/ kota sehingga pemenuhan kebutuhan pembangunan itu bisa dipenuhi.
Senada, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Rahmad Saleh juga mengungkapkan keterbatasan anggaran daerah menghambat percepatan pembangunan. Meski demikian, upaya yang dilakukan oleh kepala daerah saat ini dan periode sebelumnya sudah maksimal.
” Ke depan, yang dibutuhkan adalah usaha yang lebih keras lagi, siapapun yang memimpin. Ini bukan tentang orangnya namun lebih kepada peningkatan upaya untuk lebih kuat lagi meraih kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih baik lagi,” tegasnya.
Wali Kota Padang yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Sumatera Barat Fadly Amran dalam kesempatan itu juga menambahkan, apapun bentuk kemajuan atau perubahan yang ingin dicapai harus dilakukan secara bersama-sama. Kepala daerah tidak akan mampu berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari semua pihak.
“Jadi yang dibutuhkan adalah seorang pemimpin yang juga mampu membangun sinergi dan kolaborasi, baik dengan pemerintah pusat, maupun dengan pemerintah kabupaten dan kota,” ulasnya.
Narasumber yang hadir dalam diskusi tersebut sepakat, untuk sebuah perubahan tidak selalu berkaitan dengan mengganti orangnya, namun lebih kepada komitmennya terhadap perubahan ke arah yang lebih maju.
“Perubahan itu akan selalu terjadi, seiring periodisasi kepemimpinan, jadi kita tidak mau terjebak kepada perubahan itu hanya kepada orangnya, namun lebih kepada komitmen dan kemampuanna untuk melaksanakan perubahan itu lebih cepat,” tandas Insanul Kamil. F






