
PADANG- Calon Ketua Umum DPP Partai Golkar Mahyuddin menegaskan optimismenya bahwa Partai Golongan Karya (Golkar) tidak akan terbelah lagi. Meskipun saat ini mencuat beberapa orang calon, namun ia yakin bahwa seluruh calon ketua umum (caketum) yang maju memiliki komitmen menjaga keutuhan Golkar.
“Golkar tidak akan terbelah lagi, meskipun ada beberapa kader termasuk saya yang menyatakan diri maju menjadi calon ketua umum pada Munas mendatang,” tegasnya kepada wartawan di Padang, Kamis (3/3).
Ia sendiri memiliki komitmen akan merangkul seluruh kader Golkar untuk menyatu kembali dibawah naungan satu kepemimpinan, baik yang sempat terbelah ke kubu Agung Laksono maupun yang dari kubu Aburizal Bakrie. Ia menegaskan, persoalan dualisme kepemimpinan Golkar yang sempat membuat kondisi partai berlambang pohon beringin menjadi “tidak normal” tidak akan terjadi lagi.
“Kondisi dualisme kemarin itu saya sebut sebagai kondisi tidak normal Partai Golkar dan ke depan itu tidak akan terjadi lagi. Golkar akan kembali bersatu dan kembali kepada kejayaan,” katanya.
Situasi “tidak normal” yang ia sebutkan tersebut telah menimbulkan kemerosotan Golkar dalam pemilu legislatif dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015. Secara nasional, perolehan kursi legislatif menurun meskipun secara parsial di beberapa daerah ada yang malah naik, seperti di DPD I Sumatera Barat dan beberapa DPD II. Ke depan ia memastikan situasi tidak normal itu tidak akan terjadi lagi dan Golkar akan kembali kepada kejayaan.
Beberapa nama yang telah mencuat mencalonkan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar menggantikan posisi Aburizal Bakrie adalah Mahyuddin, Setya Novanto, Priyo Budi Santoso, Airlangga Hertanto, Idrus Marham dan beberapa nama lainnya. Munas Partai Golkar direncanakan akan digelar pada April 2016 mendatang.
Mahyuddin menyatakan dirinya siap menang dan siap kalah. Jika dia memenangkan suksesi kepemimpinan itu, ia akan merangkul seluruh calon-calon yang menjadi kompetitornya dalam masa pemilihan. Begitu juga, jika ia kalah maka akan mendukung sepenuhnya caketum terpilih dalam rangka memajukan Partai Golkar.
“Bagi saya tidak ada musuh-musuhan dan saya menilai bagi kawan-kawan lain yang juga mencalonkan diri memiliki prinsip yang sama. Saya terpilih, saya akan merangkul seluruhnya untuk membangun dan memajukan partai, begitu juga kalau saya kalah, saya siap mendukung calon terpilih,” tandasnya. (feb)






