Songket Sambas Warnai Pameran Songket Nusantara SISCa
  • Home
  • Berita
  • Songket Sambas Warnai Pameran Songket Nusantara SISCa

Songket Sambas Warnai Pameran Songket Nusantara SISCa

Songket sambas Kalimantan ikut memeriahkan SISC. (tumpak)

SAWAHLUNTO – Songket Sambas Kalimantan Barat turut mewarnai beberapa  stand tenun songket nusantara kegiatan  Sawahlunto Internasional  Songket Carnaval, yang digelar di gedung Pusat Kebudayaan kota ini, Sabtu – Minggu (28-30/8).

Kain tenun Sambas memiliki ciri khas yang bergaya Melayu. Gaya Melayu  ini dilambangkan dengan adanya benang emas di dalam tenunan kainnya.  Selain itu, yang membedakan kain tenun Sambas dengan kain lainnya  adalah pinggiran kainnya.

Salah satu ciri khas pada motif Songket Sambas secara umum adalah Pucuk Rebung atau masyarakat setempat menyebutnya ‘suji bilang’. Yaitu  berbentuk segi tiga, memanjang dan lancip. Serupa dengan bentuk asli pada rebung yang merupakan stirilisasi dari tunas bambu muda.

Motif khas dari kain Sambas juga biasanya didominasi oleh motif  bunga-bungaan, misalnya bunga ketunjung, mawar, raflesia, pending, kembang lontar, kembang tanjung sampai bunga manggar kelapa.  “ namun untuk lebih mengembangkan motif dan coraknya, kini sudah mulai disilang atau dipadukan beberapa motif agar lebih menarik dan tidak monoton”  kata Imtihani (53) yang akrab dipanggil Dayang  pemilik  Dayang Collection Sambas Kalbar kepada padangmedia.com diruang pameran  songket nusantara, Minggu (30/8).

Ibu melayu beranak satu itu menambahkan motif songket Sambas terus berkembang namun tak jauh dari terlebih Songket ditempatkan pada kasta tertinggi jenis kain oleh masyarakat Melayu Sambas.

Songket pakaian kebesaran, sebutnya  kerap dipakai dalam  majelis-majelis musyawarah juga menghadiri undangan para pembesar, seperti raja atau Sultan maupun para pemimpin daerah.

Selain itu kain tersebut kerap digunakan dalam acara adat masyarakat Melayu Sambas. Salah satunya adalah perkawinan. Dalam acara sakral itu kain Songket berfungsi sebagai bahan hantaran pihak mempelai laki-laki
pada pihak mempelai wanita.

Namun semakin kesini, kain Songket sudah dapat ditemukan dalam ragam bentuk lain. Tidak saja berupa selembar kain, tapi juga yang lebih berkelas lagi seperti , peci, syal, dasi, dompet, bahan baju, tas dan celana dan lainnya.

“Kita ingin songket Sambas lebih bermasyarakat lagi dan bisa menjadi primadona atau tuan rumah dinegeri sendiri,” katanya.  Dayang berharap pemerintah  daerahnya terus mempromosikan songket Sambas ini, seperti pameran dan
kegiatan feysen lainnya.

“Seperti kota Sawahlunto yang sangat terbiasa memakai songket  Silungkang dalam kegiatan serta kesehariannya. Kita iri dengan kota  ini karna mulai dari pelajar, pegawai serta tokoh masyarakat sudah terbiasa memakai songket Silungkang Tentu itu pula jadi keinginan kita “ pungkasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply