
PASAMAN BARAT – Pemerintah Nagari Sinurik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat sedang gencar mewujudkan “Nagari Bebas Stunting” di wilayahnya,
Menurut Pj Walinagari Sinuruik , Refi Putra, SE didampingi Seketaris Nagari Dasril mengatakan, penurunan angka stunting sangatlah penting di nagari Sinuruik dalam rangka mempersiapkan generasi emas Sinuruik di tahun 2045 mendatang, dengan melibatkan segenap komponen masyarakat melalui pola Konvergensi.
Dimulai dari PosYandu, dilanjutkan di tingkat Jorong, Nagari, Kabupaten dan sampai ke pusat. Komitmen pengentasan Stunting ini hari serius dan bersama-sama serta berkelanjutan ” kata Pj Walinagari Sinurik , Refi Putra, SE didampingi Seketaris Nagari Dasril, Jumat (7/10)
Ia mengatakan, dalam pengentasan stunting pemerintah nagari Sinuruik memulai perhatian dari Gizi Masyarakat, Sarana Sanitasi hingga ketahanan pangan masyarakat.
Tahun ini nagari Sinuruik memperoleh enam puluh unit sarana Sanitasi melalui DAK Kementrian PU Pusat, Sarana tersebut di fokuskan di kejorongan harapan tinggam sebanyak empat puluh unit dimana 33 Unitnya merupakan anak Stunting sedangkan 7 unit sisanya untuk keluarga miskin berpotensi Stunting. Kemudian 20 unit lagi di berikan kepada Jorong Kemajuan dan Kemakmuran.
Kegiatan yg sama bukan hanya tahun ini saja, karena di tahun 2021 seratus unit sarana Sanitasi melalui DAK difokuskan kepada jorong sianok pasar baru, jorong benteng dan juga jorong paraman. Saat ini nagari 3 jorong dari 7 KeJorongan yg ada di Nagari Sinuruik sudah ODF. Dua tahun berselang angka stunting di tiga jorong ini telah mengalami penurunan.
Tidak sampai disitu, pemerintah nagari Sinuruik dalam meningkatkan gizi warga terutama yang Stunting, telah membuat program yang diberi nama Suspadi (Susu Telor dan Kacang Padi) yang sudah di programkan sejak tahun 2018,” ungkapnya
Disisi lain, pemerintah nagari Sinuruik juga telah memprogramkan lomba balita sehat dengan pendampingan yang diberikan oleh kader posyandu bersama dengan bidan jorong,
Sedangkan, untuk kader posyandu dalam rangka lomba Kader Posyandu, nagari sinuruik memperoleh peringkat satu di tingkat Kabupaten Pasaman Barat yang juga mendapatkan enam besar di tingkat Propinsi Sumatera Barat. Dimana yang saat ini juga sedang dalam penilaian menuju kader terbaik di tingkat Propinsi Sumatera Barat.
Selain kader terbaik ditingkat propinsi, aspirasi kaum ibu dan nagari khususnya dibidang kesehatan pemerintah nagari Sinuruik juga telah menyediakan Rumah Desa Sehat (RDS), dimana RDS ini merupakan wadah untuk mengakomodasi apirasi ibuk2 dan praktisi di bidang kesehatan yang nantinya dilanjutkan dengan rembuk stunting nagari. Dimana Rembuk Stunting ini nantinya akan akan mengakomodir aspirasi ibu-ibu ke dalam RKP (rencana kerja Pemerintah) Nagari.
Keberhasilan nagari Sinuruik melalui Gesit Stunting (Gerakan Sinuruik Intervensi Stunting) ini, menarik perhatian dari Bpk. Prof. Dr. Fasli Jalal (Mantan Wakil Mentri Pendidikan) hingga disalah satu acara Zoom nya menghadirkan Pemerintah Nagari dalam rangka Sharing cerita baik tentang Gesit Stunting Nagari Sinuruik terutama tentang Suspadi.
Juga pernah disalah satu kesempatan pemerintah nagari melalui Sekretaris Nagari yang juga ketua TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Nagari Sinuruik memaparkan tentang Gesit Stunting pada acara Rakord Bappeda se Sumatera Barat di lubuk Sikaping, Kab. Pasaman.
Terakhir, ternyata permasalahan utama stunting itu selain gizi dan sarana adalah tentang penyediaan data. “Nah, untuk hal ini pemerintahan nagari Sinuruik meluncurkan Aplikasi Gesit Stunting,” ungkapnya
Ia berharap, seluruh program yang telah dilaksanakan pemerintah nagari Sinuruik ini nantinya bermuara pada lahirnya generasi emas nagari sinurik pada tahun 2045 mendatang sesuai dengan program pemerintah pusat dalam rangka Indonesia Emas 2045, Sehingga diharapkan melalui program-program Stunting ini masyarakat dapat merasakan manfaatnya, khususnya masyarakat di nagari Sinurik. (bud)






