JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan mengalami technical rebound. Setelah kemarin berbalik melemah dengan penurunan sebesar 0,74 persen ke level 6.217.
Mengutip laman Indo Premier Sekuritas, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, mengatakan secara teknikal laju IHSG bergerak terkoreksi jangka pendek yang menguji support Moving Average 20-Day (MA-20) dan MA-50 dengan pola chart flag.
“Indikator Stochastic golden-cross pada area jenuh jual dan RSI terkonsolidasi pada area yang cukup murah, sehingga memberikan sinyal pergerakan IHSG masih cukup positif,” kata Lanjar, di Jakarta, Kamis (7/11).
Dia menyebutkan, pada perdagangan hari ini IHSG akan kembali mencoba mengkonfirmasi flag pattern dengan breakout resistance dan MA-200 di kisaran 6.280-6.320 dengan target flag pattern di level 6.450.
“Sehingga, IHSG akan bergerak berbalik menguat dengan support-resistance 6.210-6.280,” ujar Lanjar.
Lebih lanjut Lanjar menyebutkan, pada perdagangan kemarin bursa saham Asia ditutup variatif. Penguatan terjadi pada indeks Nikkei (+0,22 persen), Topix (+0,02 persen) dan Hang Seng (+0,02 persen). Sedangkan pelemahan terjadi pada indeks CSI300 (-0,45 persen) dan IHSG (0,74 persen).
Di tengah potensi pembalikan arah menguat pada laju IHSG hari ini, Lanjar menyodorkan 12 saham yang bisa dimainkan pelaku pasar pada sesi perdagangan hari ini. 12 saham dimaksud adalah PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Selanjutnya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Kemudian, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Sementara itu, masih di laman Indo Premier, data cadangan devisa diprediksi bakal menopang laju IHSG.
Sentimen positif terkait data cadangan devisa (cadev) Oktober 2019 yang diperkirakan meningkat, hari ini pasar ekuitas akan berbalik menuju area hijau.
“Data perekonomian tentang cadev yang akan rilis hari ini disinyalir masih berada dalam kondisi terjaga,” kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya.
Sebagaimana diketahui, hari ini Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan besaran cadangan devisa OKtober 2019. Per akhir September tahun ini total cadev Indonesia tercatat sebesar USD124,33 miliar.
Selain sentimen positif dari data cadev, menurut William, pergerakan IHSG secara jangka pendek-panjang akan ditopang oleh katalis positif terkait kekuatan fundamental ekonomi dalam negeri. Sehingga, laju indeks akan tetap berada dalam pola kenaikan secara jangka pendek maupun panjang.
Dia menambahkan, capital inflow secara year-to-date (ytd) di 2019 juga menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG .
“Hari ini potensi penguatan masih akan terlihat pada pergerakan IHSG ,” ucap William.
Lebih lanjutWilliam menyebutkan, saat ini IHSG masih memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan di level 6.123. Sedangkan target resistance terdekat yang berusaha ditembus berada pada posisi 6.336.
Adanya potensi kenaikan pada laju IHSG hari ini, William merekomendasikan sembilan saham yang bisa dicermati pelaku pasar. Antara lain PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Kemudian ada PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). (*)






