
SAWAHLUNTO – Setelah beberapa hari lalu ramai – ramai mendatangi Walikota Sawahlunto Deri Asta, hari ini (Senin,17/2/2020) giliran Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang diserbu ASN Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto.
Kedatangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di rumah sakit daerah tersebut ke gedung DPRD Kota Sawahlunto, masih berkaitan dengan pemotongan Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP).
Seperti diberitakan sebelumnya, ASN RSUD Sawahlunto mengalami kebijakan pemotongan TPP sebesar 20 persen. Kebijakan pemotongan tersebut ditolak oleh ASN yang meminta TPP mereka dibayar penuh,
Rombongan ASN RSUD tersebut diterima oleh Ketua DPRD Kota Sawahlunto Eka Wahyu dan wakil ketua, Elfia Rita Dewi serta beberapa orang anggota dewan. Rombongan yang datang untuk mengadukan persoalan tersebut terdiri dokter, tenaga medis dan pegawai administrasi.
Salah seorang ASN RSUD Sawahlunto menyatakan hanya ingin hak yang sama dengan ASN di OPD lain. Mereka mengalami pemotongan, sementara OPD lain tidak.
“Beberapa hari lalu, kami telah menemui Walikota dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) namun permintaan kami tidak dikabulkan. Kami hanya ingin mendapatkan hak kami dibayar penuh,” ungkap pewakilan ASN RSUD tersebut.
ASN RSUD Sawahlunto kepada pimpinan dan anggota DPRD yang hadir menuturkan, awalnya mereka tidak akan menerima TPP sama sekali. Namun, belakangan mendapat informasi akan menerima 60 persen.
Kemudian mereka sepakat menandatangani petisi dan menemui walikota di rumah dinas. Akhirnya TPP dinaikkan lagi dari 60 persen menjadi 80 persen.
Ketua DPRD Eka Wahyu mengatakan, aspirasi yang disampaikan akan segera
ditindaklanjuti. DPRD akan memanggil pihak – pihak terkait di Pemko Sawahlunto dan Direktur RSUD.
“Kita akan upayakan masalah ini bisa tuntas, dan akan memanggil pihak – pihak terkait dari Pemko dan Direktur RSUD,” katanya.
Sementara upaya penuntasan masalah pemotongan TPP itu dilakukan, Eka Wahyu meminta seluruh ASN RSUD agar tetap bekerja seperti biasa. Agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan rumah sakit kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, pada Jumat (7/2/2020) lalu, ASN RSUD Sawahlunto telah mendatangi Walikota Sawahlunto Deri Asta. Pada kesempatan itu, 11 orang perwakilan ASN termasuk Direktur RSUD Ardianof diterima Walikota bersama Sekdako dan anggota TAPD.
Usai pertemuan tertutup, Direktur RSUD Adrianof menyebutkan, kebijakan pemotongan itu kemungkinan tetap diberlakukan. “Walikota sudah menjelaskan alasan keluarnya kebijakan pemotongan dan itu akan tetap diberlakukan,” kata Adrianof. (tumpak)






