Seru, 254 ekor Anjing Berpacu di Lapangan Ombilin Sawahlunto
  • Home
  • Berita
  • Seru, 254 ekor Anjing Berpacu di Lapangan Ombilin Sawahlunto

Seru, 254 ekor Anjing Berpacu di Lapangan Ombilin Sawahlunto

Pacua Anjing
SAWAHLUNTO – Persatuan Olahraga Berburu Babi (Porbi) kota Sawahlunto  kembali menggelar lomba pacu anjing yang digelar di Lapangan Ombilin kota ini, Kamis – Sabtu (10-12/12).

Lomba pacu anjing meriahkan Hari Jadi kota Sawahlunto ini adalah kreatifitas penggemar buru babi yang digemari laki-laki di Sumatera Barat seperti di Sawahlunto, Pariaman, Tanah Datar, Payakumbuh, Sijunjung dan Solok.

Biasanya buru babi ini dilakukan setiap hari minggu ke hutan-hutan di pinggir ladang. Para pemburu akan membawa anjing-anjingnya yang akan dilepas mengejar dan memburu babi di dalam hutan.

Pacu anjing ini sudah ketujuh kalinya diadakan setiap ulang tahun Sawahlunto. Pemerintah kota Sawahlunto menyediakan hadiah total Rp10 juta untuk acara Pacu Anjing yang diikuti setidaknya 254 anjing pemburu dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Ketua Pelaksana Pacu Anjing Asrirefelta menyatakan lomba pacu anjing sudah menjadi iven rutin ditiap Hari Kemerdekaan dan Hari Jadi Kota Sawahlunto.  ” Buru babi ini sudah tradisi dari dulu, selain untuk olah raga, juga membantu petani membasmi hama seperti babi,” katanya kepada padangmedia.com disela-sela babak penyisihan Jum’at (11/12) sore.

Pria yang juga kepala Pemadam kota ini mengatakan selalu berburu babi setiap minggu bersama teman-temannya. Tidak hanya di hutan Sawahlunto, bahkan sampai ke Kuantan dan Kampardi Riau. ” lomba ini adalah versi kecilnya buru babi karena seekor anjing yang trampil harus memiliki kecepatan lari, tentunya lomba ini juga untuk menghibur masyarakat, kita akan melihat adu ketangkasan anjing mengejar babi, anjing yang paling cepat jarak 100 meter sampai ke garis finis, itu yang menang,” ungkapnya.

Di ujung garis finish ada seekor babi dalam kerangkeng. Sementara itu untuk memancing anjing agar berlari, seekor babi kecil digendong seorang joki remaja di tengah lapangan.

Salah seorang pemilik ajing Silmastri menyatakan anjing-anjing akan berpacu dan penonton yang umumnya pecandu buru babi juga berteriak menyemangati anjingnya. Karena dalam lomba ini, selain ada hadiah uang, juga membuat gengsi pemiliknya ikut naik.

“Anjing mana yang juara, akan jadi pembicaraan, dan itu kebanggaan pemiliknya, bahkan ada transaksi atau yang mau membeli anjing juara itu sampai puluhan juta,” kata pria keseharian pedagang di pasar kota  ini.

Dan kegiatan ini sekaligus jadi ajang sillaturrahmi para penggemar  berburu babi yang datang dari berbagai daerah, pungkasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply