
AGAM – Upaya pelestarian Danau Maninjau sudah menjadi perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Agam telah memprioritaskan upaya pengembalian kondisi danau ke kondisi normal dan alami.
Camat Tanjung Raya Hendra Putra menyambut kunjungan Tim Safari Ramadhan Pemprov Sumatera Barat dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Guspardi Gaus menegaskan, komitmen mengembalikan kelestarian danau sudah tidak bisa ditawar lagi. Menurutnya, yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah sedimen di dasar danau.
“Menurut hasil penelitian, saat ini sedimentasi rata-rata di dasar danau sudah mencapai 15 meter, ” kata Hendra.
Sedimentasi berasal dari lumpur, sampah dan sisa pakan ikan keramba. Memperhatikan kondisi tersebut, katanya, yang paling dibutuhkan adalah upaya penyedotan, di samping pengurangan jumlah Keramba Jaring Apung (KJA).
“Upaya pengurangan KJA saja tidak cukup karena sedimentasi juga harus dilakukan penyedotan,” tambahnya.
Pemkab Agam, lanjut Hendra telah mengambil langkah-langkah pembersihan danau dari tumbuhan air seperti enceng gondok dan sebagainya. Juga telah dilakukan pengurangan keramba dan pengangkatan bangkai keramba bersama masyarakat.
“Untuk efektifnya, tentu membutuhkan komitmen bersama masyarakat selingkar danau agar Danau Maninjau kembali bersih dan memiliki daya tarik untuk wisatawan,” ujarnya.
Azwar Mangkuto Sinaro, warga Koto Baru Nagari II Koto Kecamatan Tanjung Raya mengakui, kunjungan wisata ke Danau Maninjau belakangangan ini memang tidak seramai waktu lalu.
“Kondisi danau yang tidak sebersih dulu disadari menjadi faktor yang mempengaruhi menurunnya kunjungan wisata ini,” ujarnya.
Pada waktu lalu, kata Azwar, masyarakat bisa melihat setiap hari ada bule (wisatawan mancanegara) di sekitar danau. Namun, saat ini kehadiran mereka sudah jarang, hanya ada wisatawan lokal yang jumlahnya tidak begitu ramai.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Guspardi Gaus mengimbau masyarakat selingkar danau untuk memperhatikan Danau Maninjau. Pemanfaatan potensi danau secara seimbang adalah langkah yang tepat agar danau bisa mendatangkan efek ekonomi dari seluruh sisi.
Tim Safari Ramadhan Pemprov Sumbar dipimpin Guspardi Gaus memusatkan kegiatan di Masjid Jami Asysyuhada Koto Baru Nagari II Koto Kecamatan Tanjung Raya. Selain camat, walinagari dan ninik mamak selingkar danau, tim juga disambut anggota DPRD Kabupaten Agam Irfan Amran. (feb)






