PADANG – Gubernur Sumatera Barat harus “mencambuk” Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada semester kedua tahun 2017 ini. Tindakan ini harus diambil karena serapan anggaran yang sangat mengecewakan pada semester pertama.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat H. M. Nurnas menegaskan hal itu, Senin (21/8). Menurutnya, pada semester I tahun 2017 ini serapan anggaran belanja langsung hanya pada kisaran 31,9 persen.
“Gubernur harus mengevaluasi ini dan mencambuk OPD supaya lebih maksimal lagi dalam menggunakan anggaran belanja langsung,” kata Nurnas.
Dia menambahkan, pada semester I tahun sebelumnya, serapan anggaran belanja langsung mencapai 45 persen. Dia menyesali lambannya realisasi belanja langsung dan meminta gubernur mengevaluasi kinerja OPD.
Nurnas mengungkapkan, dari seluruh OPD yang ada di lingkup Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pada semester I tahun ini hanya 3 OPD yang mendekati realisasi 50 persen.
Lambannya realisasi belanja langsung pemerintah menurutnya akan berdampak kepada perekonomian masyarakat. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan saja, terlebih perekonomian Sumatera Barat masih bergantung kepada belanja negara, baik dari APBD maupun APBN.
Menurut Nurnas, rendahnya realisasi anggaran disebabkan beberapa faktor. Terutama sekali terjadi karena faktor keterlambatan lelang pekerjaan. Padahal, lelang pekerjaan seharusnya bisa dilakukan lebih awal sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010.
“Dalam Perpres tersebut diatur, ketika APBD sudah ditetapkan, pemerintah atau pemerintah daerah sudah bisa melaksanakan proses lelang namun belum dilakukan penetapan pemenang, hingga penetapan DPA,” ujarnya.
Artinya, pelelangan pekerjaan sudah bisa dilakukan mulai tahun anggaran baru meskipun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) belum ditetapkan. Setelah DPA ditetapkan, baru dilakukan penetapan pemenang pekerjaan yang dilelang dan pekerjaan pun langsung dilaksanakan.
“Kenyataan yang terjadi, bahkan hingga APBD selesai dievaluasi, pekerjaan yang sudah diprogramkan belum juga dilelang,” tandasnya. (feb)






