Sepeda Motor Kembali Hilang di Parkiran RSUD Lubuk Sikaping
  • Home
  • Berita
  • Sepeda Motor Kembali Hilang di Parkiran RSUD Lubuk Sikaping

Sepeda Motor Kembali Hilang di Parkiran RSUD Lubuk Sikaping

RSUD Lubuk Sikaping.

PASAMAN – Pencurian sepeda motor di kawasan parkiran RSUD Lubuk Sikaping kembali terjadi, Rabu (3/1) sore. Sebelumnya kejadian yang sama terjadi pada pertengahan Desember 2017 lalu.

Atas kejadian itu, Direktur RSUD Lubuk Sikaping, Yong Marzuhaili menghimbau agar pengunjung untuk lebih berhati-hati memarkir kendaraan. Mengingat dalam sebulan belakangan, kasus pencurian sepeda motor meningkat di Pasaman.

“Satpam kami bertugas 24 jam. Namun apa daya, malang sekejap mata. Di samping itu, kendaraan yang terparkir juga tidak diketahui petugas kita siapa yang punya,” tegas Yong.

Di sisi lain, Retna Wati, pemilik sepeda motor jenis matic merk Yamaha Mio Sproty warna biru dengan nomor polisi BA 2915 DN yang hilang tersebut mengaku, awalnya sepeda motor tersebut terparkir di parkiran rumah sakit. Ia memarkir sebelum melaksanakan tugas di RSUD.

Namun, saat pulang kerja, sepeda motor miliknya yang terparkir tersebut sudah tidak ada di tempat.

“Sepeda motor tersebut terparkir dan saat saya hendak pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB sudah tidak ada ditempat,” terang Retna Wati.

Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin ketika dikonfirmasi Kamis (4/1) membenarkan peristiwa itu.

“Peristiwa tersebut terjadi kemaren sekitar pukul 17.00 WIB. Laporan korban sudah kami terima. Dari kemarin malam sampai hari ini masih kami lakukan pengejaran terhadap dugaan pelaku. Namun, belum membuahkan hasil. Kami berjanji akan mengusut tuntas peristiwa ini dan memberikan efek jera terhadap pelaku,” terang AKBP Hasanuddin.

Menurut Kapolres, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memarkirkan kendaraan miliknya.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Pasaman untuk berhati-hati dalam memarkirkan kendaraannya. Pastikan sudah terkunci dan aman saat ditinggal pemilik,” himbaunya.

Sementara itu, menurut Kasat Reskrim AKP Zulhendri, akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian jutaan rupiah.

“Korban mengalami kerugian sekitar Rp6,5 juta. Kami juga meminta peran aktif masyarakat, jika ada mendapat informasi ciri-ciri pelaku untuk segera melaporkannya ke Polres Pasaman,” katanya. (riki)

Berita Terkait

Leave a Reply