
SAWAHLUNTO – Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto akan mengupayakan seluruh SLTP dan SLTA di daerah itu dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2017. Saat ini, sarana prasarana berupa komputer di masing-masing SLTP dan SLTA sudah cukup memadai, yakni sepertiga dari jumlah total peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Sawahlunto, Marwan menyatakan, kendala saat ini hanya berupa keterbatasan jaringan internet di beberapa sekolah yang jauh dari pusat kota. Untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya akan membentuk sistem rayonisasi dengan tiga kali masa pergantian waktu ujian dalam satu hari.
“Hal itu bertujuan untuk menampung seluruh peserta ujian yang sekolahnya belum memiliki jaringan internet yang memadai. Sebagian besarnya adalah bangunan sekolah tingkat SLTP,” kata Marwan kepada padangmedia.co, Kamis (19/1).
Dia menambahkan, penetapan gedung sekolah yang akan ditunjuk menjadi lokasi pelaksanaan UNBK tersebut masih dibahas bersama pihak sekolah dengan pendekatan harus memudahkan akses bagi peserta ujian.
Pemberlakuan sistem UNBK tersebut merupakan rangkaian persiapan oleh pihaknya sebelum sistem tersebut wajib diberlakukan secara menyeluruh pada 2019 seperti yang diperintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Peserta UN 2017 SMA/MA di Sawahlunto diperkirakan berjumlah 496 pelajar dengan estimasi ketersediaan perangkat komputer sebanyak 86 unit. Sementara untuk pelajar SMK diperkirakan mencapai sebanyak 327 pelajar dengan perkiraan ketersediaan perangkat sekitar 137 unit.
“Untuk peserta ujian dari tingkat SMP/MTs tercatat sebanyak 961 orang dengan jumlah perangkat komputer yang tersedia sebanyak 100 unit,” pungkasnya. (tumpak)






