
Kamis (2/6). (tumpak)
SAWAHLUNTO – Di samping hasil kerajinan, proses membuat kerajinan dan karya seni juga dapat menjadi objek nilai jual dalam aktifitas pariwisata. Di antaranya seperti belajar membatik, menari, memainkan musik tradisional dan lain-lain yang dikemas dalam satu paket wisata.
Kabid Perdagangan Perindagkopnaker Kota Sawahlunto, Gustav menyatakan hal itu saat sosialisasi sapta pesona dan sadar wisata Kota Sawahlunto di Kampung Seni Tangsi Baru Kelurahan Tanahlapang Kecamatan Lembah Segar,
Kamis (2/6).
Gustav berharap kegiatan kreatifitas seni dan kerajinan yang berkaitan dengan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni bisa jadi produk wisata di samping wisatawan mendapatkan hasil produk yang dikerjakan.
“Jadi, bukan semata menjual cendramata serta souvenir, tapi harus ada kreatifitas serta terobosan baru yang membuat ciri khas yang berbeda dari objek wisata lainnya. Karena, Kota Sawahlunto berbeda dengan daerah lain. Sawahlunto sangat multi etnik dan kota bekas aktifitas tambang,” jelas Gustav.
Pada kesempatan itu, Kabid Pengembangan Objek Wisata Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto, Dodi Febrizal menyatakan, digelarnya sosialisasi sapta pesona dan sadar wisata khusus bagi stakeholder pariwisata di kampung
seni agar lebih mengembangkan inovasi serta pengembangan pariwisata kreatif.
“Kreatifitas pelaku pariwisata dengan memunculkan kreasi serta pengembangan produk wisata agar lebih berdampak bagi perekonomian masyarakat. Baik hasil kerajinan, seni budaya, kuliner serta jasa pelayanan,” harap Dodi.
Ia juga berharap partisipasi aktif masyarakat Kampung Seni Tangsi Baru akan jadi penopang pariwisata khusus kawasan kota pusaka bersejarah. Apalagi, di kawasan itu terdapat Museum Goedang Ransoem dan Lubang Mbah
Soero.
“Wisatawan yang datang ke kawasan ini juga akan menikmati objek lain yang unik didukung kreatifitas masyarakatnya yang juga peduli dalam pelestarian seni dan budaya,” paparnya. (tumpak)






