Sekretariat DPRD Sumbar dan Wartawan Studi Tiru ke Kepri
  • Home
  • Berita
  • Sekretariat DPRD Sumbar dan Wartawan Studi Tiru ke Kepri

Sekretariat DPRD Sumbar dan Wartawan Studi Tiru ke Kepri

Image

TANJUNG PINANG- Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat melakukan
kunjungan studi tiru ke Provinsi Kepulauan Riau, Rabu sampai Sabtu (30 Maret sampai 2 April 2022). Studi
tiru melibatkan sekitar delapan belas orang wartawan yang biasa bertugas meliput kegiatan DPRD Sumbar.

Rombongan dipimpin Fungsional Pranata Humas Ahli Muda Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat Dahrul
Idris, diterima oleh Kepala Sub Bagian Umum dan Kehumasan Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Riau
Isnaini Bayu Wibowo, Kamis (31/3/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Dahrul Idris menyampaikan tujuan dari kunjungan adalah dalam rangka menggali
dan berbagi informasi terkait publikasi kegiatan kedewanan antar dua provinsi. Idris menyampaikan, ingin
mengetahui bagaimana strategi Sekretariat DPRD Kepulauan Riau dalam bekerja sama dengan insan pers
dalam menyebarluaskan informasi kegiatan.

“Dalam kunjungan ini kami membawa langsung wartawan yang biasa meliput di DPRD Sumbar untuk sama-
sama menggali informasi terkait kerja sama publikasi. Bagaimana strategi Sekretariat DPRD Kepulauan Riau
membangun keharmonisan hubungan kemitraan sehingga penyebarluasan informasi dapat berjalan dengan
baik,” kata Idris.

Idris menambahkan, Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat sendiri sejauh ini sudah melakukan berbagai
upaya dalam menjaga keharmonisan hubungan kemitraan dengan insan pers. Wartawan yang bertugas
difasilitasi agar tidak menemui kendala dalam melakukan peliputan>

“Seluruh agenda yang sudah dijadwalkan Badan Musyawarah DPRD disampaikan juga kepada wartawan
sehingga memudahkan dalam koordinasi meliput kegiatan kedewanan,” ujar Idris.

Sedangkan untuk fasilitasi anggaran kegiatan, Idris menyampaikan bahwa ada beberapa item yang sudah
bisa disediakan oleh Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat dengan memedomani Peraturan Presiden
tentang pengelolaan keuangan daerah serta Peraturan Gubernur tentang pelaksanaan APBD.

Kasubag Umum dan dan Kehumasan Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Riau Isnaini Bayu Wibowo dalam kesempatan itu menyampaikan, justru sepertinya pihaknya yang perlu belajar lebih jauh ke Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Barat.

“Kami tetap berupaya membangun kemitraan dengan wartawan yang bertugas namun untuk kerja sama lebih lanjut belum bisa dilakukan karena terkendala regulasi. Kami perlu mempelajari lebih jauh ke Sumbar untuk hal ini,” ungkap Bowo.

Dia mengakui, perkembangan media massa di Kepulauan Riau luar biasa. Jumlah perusahaan pers yang terdata mencapai lebih dari enam ratusan.

“Data dari Dewan Pers, jumlah perusahaan media massa di Kepulauan Riau yang sudah terverifikasi aktual saja lebih dari dua ratus, nomor dua di Indonesia setelah Jawa Timur dan di atas DKI Jakarta,” ungkapnya.

Meski dengan keterbatasan tersebut, Bowo mengaku terus mengoptimalkan kinerja kehumasan dan memperkuat hubungan kemitraan dengan wartawan. Dengan berpedoman kepada aturan, pihaknya selalu berupaya memfasilitasi agar pelaksanaan tugas wartawan dalam meliput kegiatan DPRD berjalan dengan lancar.

Berkunjung ke Tribun Batam

Selain ke Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Riau di Tanjung Pinang, rombongan Sekretariat DPRD Sumbar dan wartawan juga berkunjung ke salah satu media massa di Kota Batam, Tribun Batam. Media tersebut berada di bawah naungan Kompas Gramedia, salah satu perusahaan media besar nasional.

“Kunjungan ini kami maksudkan untuk menambah wawasan mengingat Tribun Batam sebagai salah satu bagian dari Kompas Gramedia yang sudah berpengalaman di Indonesia,” kata Idris dalam kunjungan yang berlangsung Jumat (1/4).

Idris berharap, melalui kunjungan tersebut semakin meningkatkan pemahaman terkait media massa dan strategi publikasi. Sekaligus bagi wartawan sebagai momentum menggali strategi wartawan Tribun Batam dalam mencari, mengolah dan menyajikan informasi.

Manager Produksi Tribun Batam Alfian Zainal dalam kesempatan itu menerangkan, Kompas Gramedia saat ini mengembangkan berbagai platform untuk pemberitaan. Mulai dari media cetak, media dalam jaringan (online) hingga berbasis audio visual atau televisi.

“Kita harus berinovasi mengikuti perkembangan, ketika media online mulai berkembang kami juga masuk ke platform tersebut sehingga saat ini telah memiliki jaringan hampir di seluruh daerah.” ucapnya.

Alfian memaparkan, untuk platform media online, ada beberapa perbedaan dalam trik penyajian berita sebab, media online tentunya mengejar kecepatan tayang. Untuk itu, ia menyarankan agar wartawan yang bertugas di media online jeli menangkap isu untuk dijadikan berita. Ketika isu tersebut tayang, benar-benar dibutuhkan pembaca sehingga tidak menjadi berita basi. “Jadi berita yang disajikan menjadi awet, selalu dicari pembaca.” tandasnya. (Febry)

Berita Terkait

Leave a Reply