Sekdakab Mentawai Ajak Masyarakat Ikut Majukan Pariwisata
  • Home
  • Berita
  • Sekdakab Mentawai Ajak Masyarakat Ikut Majukan Pariwisata

Sekdakab Mentawai Ajak Masyarakat Ikut Majukan Pariwisata

Sekda Mentawai, Drs.Syaiful Jannah saat penutupan Festival Muanggau. (ers)
Sekda Mentawai, Drs.Syaiful Jannah saat penutupan Festival Muanggau. (ers)

MENTAWAI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Drs. Syaiful Jannah berharap event-event yang dilaksanakan di Mentawai mampu menjadi daya tarik pengunjung untuk datang ke Bumi Sikerei, khususnya di wilayah Sipora Utara.

Hal itu dikatakan Sekda usai menutup kegiatan Festival Muanggau yang dilaksanakan selama tiga hari di Dusun Mapaddegat Kecamatan Sipora Utara, Kamis (7/9) malam.  Sekdakab memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) yang telah mampu menyedot perhatian masyarakat, baik pelaku pedagang kecil, pedagang menengah maupun kalangan masyarakat banyak.

Dikatakan, kegiatan yang bisa mengangat ekonomi masyarakat, itulah tujuan sebenarnya melaksanakan event, sehingga masyarakat juga mendapatkan bagian keuntungan. “Majunya pariwisata, tentunya harus didukung support masyarakat. Sebagaimana orang tua dulu mampu membangun kebersamaan melalui gotong royong, menjaga kearifan lokal sebagai tradisi leluhur orang Mentawai,” ujarnya.

Menurutnya, dengan semangat menjaga kerukunan antar sesama serta menjaga tradisi yang telah turun-temurun dan bernilai positif akan menjadi ikon pariwisata di Bumi Sikerei.

Lebih lanjut, Syaiful juga menekankan tidak terbuktinya asumsi dunia luar terhadap aktivitas Muanggau di Mentawai yang selama ini memiliki konotasi negatif. Dengan adanya kegiatan Festival Muanggau, masyarakat dapat membuktikan bahwa aktivitas Muanggau di Mentawai bernilai positif.

“Pada prinsipnya, masih banyak event-event lainnya yang menjadikan daya tarik wisata di Bumi Sikerei, salah satunya adalah surfing. Setiap penggemar selancar yang datang ke Mentawai akan mengisi kapal-kapal yang ada di wilayah perairan Mentawai dan bisa membawa dampak serta peluang besar bagi masyarakat Mentawai untuk meraup keuntungan ekonomi,” kata Sekda.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama memajukan pariwisata di Bumi Sikerei. Sementara, pemerintah sendiri akan mendukung dengan penyediaan infrastruktur serta fasilitas layanan lengkap, termasuk jaringan internet.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Mentawai, Desti Seminora Sababalat, Festival Muanggau yang dilaksanakan di Dusun Mapaddegat selama tiga hari berturut-turut berjalan sukses dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, walaupun kondisi cuaca agak ekstrim.

Terlihat dari penghasilan masyarakat yang memilki stand di lokasi berhasil meraup keuntungan rata-rata 3 sampai 3,5 juta rupiah. Bila ditotal dari 5 stand mencapai Rp15 juta. Belum lagi sewa ojek, usaha tranportasi roda empat, parkiran serta rumah makan.

Beberapa kegiatan yang diadakan di antaranya, lomba berburu kepiting endemik Mentawai, lomba memasak anggau, lomba masigiok toitet dan membuat subbet. Pada lomba berburu kepiting endemik Mentawai, anggau, peserta dalam satu malam bisa mendapatkan anggau sebanyak 510 Kg.

anggau

“Dari berbagai kegiatan tersebut terlihat bahwa Mentawai memiliki keunikan tersendiri yang tiada duanya di dunia,” ujar Desti.

Tujuan pelaksanaan kegiatan Festival Muanggau, jelas Desti Seminora, adalah untuk mengangkat nilai-nilai tradisi budaya yang semakin terkikis sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Bumi Sikerei. Festival Muanggau disponsori beberapa donatur, seperti Bank Nagari, Bank BRI, Bank BNI dan CV. Aron group Oinan get house.

Sementara ketua PKK Mentawsi, Rosmaida Yudas menyebutkan, dari kegiatan Festival Muanggau menjadi tantangan bagi ibu-ibu Mentawai ke depan untuk menyuguhkan masakan khas tradisional Mentawai kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam momen tertentu, masyarakat sudah mulai banyak enggan menyuguhkan makanan khas tradisional saat tamu datang berkunjung ke Bumi Sikerei. Dengan adanya kegiatan Festival Muanggau tersebut, ternyata ibu-ibu kembali bangkit dan bersemangat bahwa makanan tradisional adalah makanan yang nyaman untuk kesehatan tanpa ada campuran kimia.

“Intinya adalah bagaimana masyarakat Mentawai bisa melestarikan nilai-nilai budaya tradisional untuk menjadi promosi dan dikenal oleh masyarakat luar,” ucapnya. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply