
Pasaman Barat — Sejumlah rumah wartawan yang bertugas di Pasaman Barat mengalami rusak berat dihantam gempa bumi magnitudo 6,2. Jumat (25/2/) lalu.
Rusaknya rumah para pencari berita itu, mereka dan keluarganya terpaksa mengungsi ke tempat lain atau mendirikan tenda darurat yang telah disediakan oleh pemerintah.
Salah satunya seperti Wartawan Scientia.id, Idenfi Susanto sebutnya, rumahnya di Kajai mengalami retak dinding dan sejumlah plafon juga hancur.
“Saat ini kami mengungsi di tenda darurat karena takut gempa susulan dan bangunan roboh,” katanya . Kamis (3/3/) di Simpang Empat.
Disamping itu lanjut Iden, rumah mertuanya di Bateh Pulai Pinaga tidak bisa dihuni lagi, karena penahan dinding besi putus sehingga dinding segi empatnya merenggang sekitar 10 centimeter, mengakibatkan bangunan rumah menjadi miring.
Hal yang sama juga dikatakan wartawan Harian Posmetro (Jawa Pos Grup) Hendi , yang tinggal di Pasa Lakuk Jorong Tanjung Beruang Nagari Kajai, rumahnya mengalami kerusakan cukup berat akibat gempa.
“Untuk sementara kami mengungsi di daerah Jambak Jalur 10 Barat Kecamatan Pasaman di tempat rumah adik ipar mertua yang yang ikut mengungsi,” ujarnya.
Selain itu istrinya Nelfi Ilana (34) serta anaknya Shafa henfi putri (12) dan Henfizia Salsabila (6) masih trauma ketika ada getaran sedikit langsung berteriak gempa dan lari ketakutan (bud)






