SAWAHLUNTO – Pemerintah kota Sawahlunto mencanangkan Bulan Eliminasi Kaki Gajah atau Filariasis usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilapangan Ombilin kota ini, Kamis (1/10). Filariasis atau yang biasa dikenal dengan penyakit kaki gajah adalah salah satu penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami cacat
permanen. Penderita penyakit ini mengalami pembesaran pada beberapa bagian tubuh seperti kaki, lengan, payudara atau buah zakar, dan hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Bahkan tindakan medis operasi tidak bisa direkomendasikan untuk mengembalikan bagian tubuh penderita yang membesar.
Penyakit ini disebabkan oleh cacing filarial yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Dan nyamuk apa saja bisa membawa dan menularkannya dari satu penderita kepada manusia lain.
Selain dengan meminum obat filaria, Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pemberantasan nyamuk dengan cara menjaga kebersihan, membersihkan tempat berbiaknya nyamuk dan bila perlu menggunakan kelambu atau obat nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk.
Dikesempatan itu Walikota Ali Yusuf menyatakan langkah memerangi penyakit filariasis ini harus didukung oleh semua lapisan masyarakat. Karena filariasis adalah penyakit yang menyebabkan kecacatan permanen pada penderitanya.
Dia menambahkan saat ini ada 3 penderita filariasis yang tersebar di tiga kecamatan dikota ini. Untuk mencegah terjangkit dari penyakit ini pemerintah daerah mengajak semua masyarakat yang berumur diatas 2 tahun hingga 70 tahun yang berada dalam kondisi sehat, sebutnya pada acara yang juga dihadiri Wakil ketua DPRD Weldison dan kepala SKPD kota ini.
“Seluruh warga, mari meminum obat Filariasis yang dibagikan secara gratis dari tanggal 1 hingga 31 Oktober 2015, pintanya. (tumpak)






