Satu Atlet Mentawai Meninggal, Tiga Kritis Akibat Keracunan Gas
  • Home
  • Berita
  • Satu Atlet Mentawai Meninggal, Tiga Kritis Akibat Keracunan Gas

Satu Atlet Mentawai Meninggal, Tiga Kritis Akibat Keracunan Gas

Satu dari empat atlet PASI Mentawai yang keracunan gas di penginapan di Sijunjung. (ers)

MENTAWAI – Empat atlet PASI asal Mentawai mengalami keracunan asap genset di salah satu kamar penginapan Wisma Keluarga Sijunjung dalam melaksanakan kegiatan Pra Porprov Sumbar. Dari empat tersebut, tiga orang kritis dan satu orang meninggal dunia.

Korban yang diduga tewas akibat keracunan asap genset itu diketahui bernama Ridwan (17) tahun. Sedangkan tiga korban lainnya, yakni Arwadi (16), Arisman (17), dan Tri Leo. Ketiganya dalam keadaan kritis dirawat RSUD tanah Bedantung sebelum dirujuk ke Rumah Sakit M. Jamil Padang.

Informasi yang dirangkum padangmedia.com, empat atlet asal Mentawai tersebut pada Sabtu (28/4) malam menginap di kamar no.12 penginapan di Sijunjung. Pada esok hari pukul 05.30, salah satu pendamping atlet Zunedi membangunkan para atlet, namun tidak terbangun.

Untuk mencari alternatif, salah satu atlet bernama Nando mencoba masuk melalui ventilasi kamar bagian atas pintu depan. Diketahui keempat atlet dalam keadaan tidak sadarkan diri dan mulut mengeluarkan busa. Pada hari itu juga, ke empatnya dilarikan ke Puskesmas Gambok untuk mendapatkan pertolongan. Namun, dari empat atlet, satu orang tidak dapat ditolong.

Ketua KONI Mentawai, Fernando Sabajou saat dihubungi melalui selulernya, Minggu (29/4) menyebutkan, kejadian yang menimpa empat atlet asal Mentawai belum diketahui apa penyebabnya. Namun, informasi yang diterima, atlet sudah dibawa kerumah sakit M Jamil padang, satu lagi meninggal dunia, ucapnya.

Kabar yang diterima, kata Fernando Sabajou, kejadian empat atlet diduga keracunan asap genset pada malam hari lampu mati dan pemilik penginapan menghidupkan lampu memakai genset bersebelahan dengan kamar atlet. Pada pagi hari, ke empat atlet sudah lemas tidak sadarkan diri.

Insiden yang menimpa atlet PASI asal Mentawai tersebut, Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai menyatakan turut belasungkawa. Kejadian itu tidak ada yang disalahkan karena musibah dan menjadi tanggungjawab bersama.

“Kejadian ini kita tidak tahu di luar teknis yang dipikirkan. Kita ambil positifnya, memang atlet-atlet yang dikirim merupakan anak-anak terbaik Mentawai, akan tetapi musibah yang melanda itu di luar dari dugaan,” tuturnya.

Kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Sijunjung. Dugaan sementara, insiden kejadian tersebut akibat keracunan gas monoksida (asap genset) penginapan Wisma Keluarga Sijunjung. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply