Satelit Pantau 1.143 Hotspot di Sumatera
  • Home
  • Berita
  • Satelit Pantau 1.143 Hotspot di Sumatera

Satelit Pantau 1.143 Hotspot di Sumatera

JAKARTA – Asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan masih mengepung banyak wilayah. Kualitas udara semakin buruk dan puluhan ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menginformasikan, berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua pada Senin (14/9) pukul 05.00 WIB, hotspot di Sumatera 1.143 titik dan Kalimantan sebanyak 266 titik.

Hotspot di Sumatera terbanyak di Sumatera Selatan sebanyak 724 titik disusul Jambi 234 titik, Riau 78 titik, Lampung 69 titik, Sumbar 25 titik dan Bengkulu 13 titik. Sementara di Kalimantan titik api terpantau di Kalimantan Tengah 164 titik, Kalimantan Selatan 74 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 26 titik.

“Jarak pandang masih tertutup asap. Secara umum di Sumsel, Jambi dan Riau jarak pandang antara 80 sampai 800 meter,” kata Sutopo.

Ia merinci, jarak pandang di Pekanbaru 200 m, Rengat 70 m, Dumai dan Pelalawan 50 m. Sementara di Jambi 700 m dan Palembang 800 m. Kemudian di Kalimantan, jarak pandang berkisar antara 100 sampai 600 m. Di Pontianak 600 m, Ketapang 600 m, Sintang 300 m, Nanga Pinoh 500 m, Pangkalan Bun 500 m, Sampit 300 m, Palangkaraya 400 m, Sanggu-Buntok 100 m dan Banjarmasin 220 m.

Kondisi demikian menyebabkan kualitas udara memburuk. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di beberapa wilayah tersebut sudah masuk dalam kategori Berbahaya. Sejauh ini puluhan ribu warga dilaporkan menderita ISPA. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply