
PADANG – Realisasi investasi di Sumatera Barat sampai triwulan III tahun 2016 ini sudah mencapai hampir Rp3 triliun. Realisasi itu hampir mendekati target pemerintah provinsi sebesar Rp3,8 triliun.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BKPM PPT) Provinsi Sumatera Barat Maswar Dedi mengungkapkan, pada triwulan II (semester I) lalu telah teralisasi penanaman modal sekitar Rp2,802 triliun. Pada triwulan III ini masih ada penambahan dan diperkirakan target investasi akan tercapai sesuai rencana.
“Dari target sebesar Rp3,8 triliun, sudah tercapai sekitar Rp3 triliun lebih. Kami yakin target bisa tercapai karena pada triwulan III juga terjadi peningkatan,” katanya, Rabu (2/11).
Menurutnya, pada triwulan II, investasi yang masuk ke Sumatera Barat terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMD) sebesar Rp2,227 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp575 miliar lebih. Penanaman investasi itu diantaranya untuk sektor perhotelan dan restoran, pertambangan, listrik, gas dan air, industri makanan dan sebagainya. Sejauh ini, beberapa potensi investasi juga tengah mendapat lirikan baik dari investor dalam negeri maupun luar negeri.
“Diantaranya adalah ketenagalistrikan, saat ini investor tengah melirik potensi sumber daya listrik mikro hidro di beberapa daerah. Potensi ini dimiliki hampir seluruh daerah di Sumatera Barat dan beberapa diantaranya sudah digarap,” lanjutnya.
Selain listrik tenaga mikro hidro, potensi panas bumi (geothermal) juga tengah menunggu investasi. Saat ini, potensi yang sedang digarap ada di Kabupaten Solok Selatan sementara di Kabupaten Pasaman belum digarap.
Sementara itu, sektor pariwisata Sumatera Barat juga berpotensi mendatangkan investasi cukup besar. Dia menyebutkan, pemprov Sumatera Barat dan investor dari Abu Dhabi saat ini tengah intens melakukan pembicaraan terkait penanaman investasi di Kawasan Wisata Mandeh.
“Kalau investasi itu terealisasi dalam tahun ini, maka realisasi investasi diperkirakan akan melebihi target karena sektor lain juga memiliki banyak investor peminat,” tutupnya. (feb)






