AGAM – Sentra produksi saka Bukik Batabuah yang berada di Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, dikenal berkualitas bagus. Pemasarannya meliputi Kota Bukittinggi, Padang Panjang dan Tanah Datar, di samping kawasan pasar sekitar Canduang.
Salah seorang petani tebu, sekaligus perajin saka, Jamaan St. Bagindo (60), Selasa (8/3) mengaku sudah menekuni pekerjaan membuat saka sejak dari usia remaja. Ia paham betul cara membuat saka yang disukai konsumen.
Menurutnya, dulu ia bekerja dengan cara tradisional dengan menggunakan tenaga kerbau untuk ‘mangilang’ tebu. Dengan cara itu, ia hanya menghasilkan 1 kancah (kuali besar) air tebu setiap hari. Namun kini, ia telah menggunakan mesin bajak, sebagai pengganti kerbau.
“Dengan menggunakan mesin bajak, kami bisa bekerja lebih cepat dua kali daripada menggunakan kerbau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mesin itu berfungsi menggantikan kerbau untuk memutar kilangan tebu. Sementara kilangan tebu tetap menggunakan dua blok besi. Blok besi itulah yang diputar mesin, yang berjalan mengitari kilangan, sebagaimana layaknya kerbau dulu.
Namun, St. Bagindo mengatakan, saat ini para petani tebu dan perajin saka selalu dihadapi masalah. Ia mengaku harga produksi mereka selalu ‘dikuasai’ pedagang sehingga tidak bisa menetapkan harga untuk produksi mereka sendiri, padahal hasil produksi mereka lebih berkualitas dibanding yang lain.
“Harga di sentra produksi jauh lebih rendah dari harga eceran pedagang di Koto Baru. Kami terpaksa mengikuti kemauan pedagang, yang menetapkan harga saka kami,” ujarnya.
Dalam usia menjelang senja itu, St. Bagindo mengaku mampu memproduksi saka sekitar 200 sampai 300 kg/pekan, seorang diri. Sementara Len (40), mengaku mampu membuat saka sekitar 400 sampai 500 kg/pekan. Tetapi ia bekerja tidak sendiri. Hal itu disebabkan mesin kilang milik Len lebih besar kapasitasnya dari mesin kilang milik St.Bagindo.
Meraka berharap petani tebu di Kecamatan Canduang mendapat pembinaan, dan bantuan peningkatan produksi, serta pemasaran dari pemerintah setempat. Guna peningkatan produk yang dihasilkan mereka. (fajar)






