PADANG- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Muhidi menyampaikan pihaknya saat ini sedang menunggu penyampaian Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dari pemerintah daerah. Dia menegaskan, RPJMD tersebut harus benar-benar pro rakyat sehingga program pembangunan daerah yang direncanakan memberikan dampak lebih besar kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Muhidi saat bersafari Ramadan di Masjid Al-Hidayah Komplek PJKA Sawahan Kota Padang, Selasa (18/3/2025). Menurutnya, RPJMD merupakan pedoman pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan memuat rencana, pelaksanaan, sasaran dan arah kebijakan yang akan dibiayai oleh anggaran daerah.
“Ini sedang ditunggu oleh DPRD, setelah gubernur dan wakil gubernur dilantik pada Februari 2025 lalu oleh Presiden. DPRD akan memastikan bahwa RPJMD tersebut akan memberikan dampak positif lebih besar kepada masyarakat,” katanya.
Dia menyampaikan harapan bahwa muatan RPJMD tersebut hendaknya benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat. Demikian juga nantinya dalam pelaksanaan harus menjadi pedoman setelah ditetapkan sebagai acuan pembangunan daerah lima tahun ke depan. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan peran aktif dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam melaksanakan pembangunan, peran aktif masyarakat juga memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilannya,” tegasnya.
Dalam safari Ramadan tersebut, Muhidi menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupa uang sebesar Rp50 juta dan 10 mushaf Alquran. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menunjang pembangunan sarana fasilitas ibadah serta kegiatan keagamaan di masjid tersebut. F







