PAYAKUMBUH- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi mengingatkan masyarakat tentang moral atau akhlak. Sumber daya manusia yang baik adalah yang menjunjung tinggi adab serta berakhlak mulia.
Hal itu diingatkan Supardi saat bersafari Ramadan ke Masjid Baitul Karim Padang Tangah Payo Bada Kota Payakumbuh, Kamis (14/3/2024). Menurut Supardi persoalan moralitas harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya urusan pemerintah saja.
“Persoalan moralitas harus ada campur tangan seluruh pihak terutama masyarakat, pemerintah provinsi saat ini juga tengan menggalakkan berbagai program berkaitan dengan peningkatan adab etika dan moral namun harus mendapat dukungan bersama,” kata Supardi.
Dia menegaskan, sumber daya manusia berkualitas dibentuk dari karakter yang menjunjung tinggi akhlak dan moral. Pemprov Sumatera Barat fokus kepada upaya peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program.
Supardi mengingatkan, beberapa hal yang harus diwaspadai karena sangat menggerus moral adalah penyakit masyarakat dan narkoba. Pengauh narkoba tidak saja menggerus kecerdasan manusia tetapi juga menjadi pemicu terjadinya masalah sosial lainnya.
Selain itu, yang perlu diwaspadai adalah masalah penyimpangan seksual atau yang dikenal dengan istilah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Kasus ini masih harus diwaspadai karena masih ada di tengah masyarakat.
Kemudian, kemajuan teknologi harus diwaspadai tidak saja memberikan dampak positif. Untuk itu pemanfaatan teknologi terutama bagi anak-anak saat menggunakan telepon pintar hendaknya dilakukan pengawasan.
“Penting juga bagi para orang tua dan pemuka masyarakat dan tokoh pemuda untuk selalu menjadikan masjid sebagai pusat seluruh kegiatan, baik sosial, keagamaan maupun pendidikan kepada anak-anak,” ujarnya.
Melalui aktivitas di masjid bisa mendekatkan generasi kepada nilai keagamaan. Hal ini akan membentuk karakter generasi yang kuat dengan landasan akhlak yang baik.
Dalam kesempatan itu Supardi menyerahkan bantuan pemerintah provinsi Sumatera Barat sebesar Rp50 juta serta dari Bank Nagari Rp10 juta. Bantuan lain yang diserahkan adalah 20 mushaf Al-Quran yang diterima pengurus Masjid Baitul Karim. F






