
PADANG – Bencana alam bisa melanda setiap daerah, tak terkecuali Kota Padang. Banjir dan gempa bumi merupakan bencana alam yang sering terjadi dan dikhawatirkan warga.
Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Padang Harneli Bahar di sela-sela seminar Manajemen Bencana yang Responsive Gender di Hotel Kyriad Bumi Minang, Jumat (26/8) mengataan, sebagai daerah yang berada di pesisir pantai, warga Kota Padang mesti siap siaga apabila terjadi bencana. Hal yang mesti diprioritaskan saat terjadi bencana yakni penyelamatan serta bantuan terhadap perempuan dan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita).
“Saat ini kita melihat setiap terjadi bencana, yang peduli terhadap kebutuhan serta pertolongan kepada anak-anak dan wanita masih sedikit,” katanya.
Dia menambahkan, saat bencana terjadi, bantuan logistik seperti pakaian perempuan dan bayi serta perlengkapan perempuan lainnya sangat minim. Padahal, jumlah bantuan yang datang ketika bencana itu cukup banyak. Namun minim logistik untuk kebutuhan perempuan dan bayi.
“Jadi responsive gender saat bencana itu perlu ditingkatkan ke depan. Mungkin saja nanti dengan membuat Perda ataupun Perwako yang berisi tentang prosedur penyelamatan bagi perempuan dan balita,” terangnya.
Dia menilai, responsive gender tidak saja dilakukan pada saat terjadi bencana, akan tetapi juga setelah bencana terjadi atau mitigasi. Karena itu, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemko Padang sudah mesti menyiapkan barang kebutuhan atau logistik bagi perempuan termasuk balita.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPrKB) Muji Susilawati menuturkan, seminar tersebut akan mendiskusikan rencana dibuatnya Perwako yang berisi tentang langkah-langkah atau Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi perempuan saat terjadi maupun setelah terjadi bencana.
“Sehingga nanti diharapkan para perempuan menjadi tahu langkah-langkah yang dilakukan saat bencana serta dapat mengajak perempuan lain untuk membantu korban ketika terjadi banjir, gempa dan bencana lainnya,” terangnya. (der)






