
JAKARTA- PT Indofarma Tbk, anak usaha Holding BUMN farmasi Bio Farma melakukan public expose pada Rabu (31/5/2023. Public Expose tersebut dilakukan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2022 di Kimia Farma Corporate University, Jl. Cipinang Cempedak I No 36, Jatinegara, Jakarta Timur.
Melalui siaran pers yang diterima Kamis (1/6/2023), public expose tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Indofarma Agus Heru Darjono bersama seluruh jajaran direksi. RUPS Tahunan tahun buku 2022 Indofarma menyampaikan enam mata acara antara lain persetujuan penerimaan pinjaman dari pihak terafiliasi dan memiliki nilai yang material kepada PT Bio Farma (Persero) dalam rangka restrukturisasi perseroan.
Selain itu juga pengukuhan pemberlakuan Permen BUMN RI dan lainnya.
Dalam siaran pers tersebut disampaikan, untuk meningkatkan kinerja, perseroan melaksanakan program restrukturisasi yang diharapkan mampu menciptakan arus kas operasi yang positif dan posisi keuangan yang sehat pada tahun 2023 sehingga dapat memicu kesinambungan bisnis yang baik bagi perseroan.
Dalam paparan laporan direksi, Direktur Utama PT Indofarma Tbk, Agus Heru Darjono menyampaikan, tahun 2023 perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp1,86 Triliun, dengan pertumbuhan sebesar 63,36 persen dari realisasi pendapatan tahun 2022. Dengan Laba Kotor sebesar Rp406 Miliar atau margin sebesar 22 persen, diharapkan laba tahun berjalan yang diperoleh tahun 2023 sebesar Rp5,1 Miliar.
Pada awal tahun 2023 Agus Heru Darjono menginisiasi perubahan strategi (shifting strategy) dengan mengubah cara pendekatan dari hanya Business to Consumer (B to C) menjadi Business to Business (B to B) dengan pola partnership dalam proses produksi dan pemasaran.
“Selain itu, perseroan fokus pada kelompok produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan kapabilitas yang dimiliki, optimalisasi pasar export dan pemanfaatan fasilitas pabrik untuk produksi natural extract yang telah tersertifikasi CPOTB, Halal dan HACCP,” ujar Agus.
Hingga bulan Mei 2023, Shifting strategy telah direalisasikan dalam beberapa kerja sama Business to Business (B to B). Antara lain, melalui penandatangan kerja sama distribusi dengan PT Bintang Kencana Artha (“BAK’), perjanjian kerja sama produksi dan pemasaran dengan PT Quantum Laboratoris Internasioanl. Kemudian perjanjian kerja sama toll manufacturing dengan PT Rama Emerald Multi Sukses. Serta, kolaborasi dengan Smesco Indonesia dalam peningkatan pemasaran produk koperasi dan usaha kecil menengah berbasis teknologi, guna optimalisasi produksi natural extract Perseroan. */F






