Menurut pengakuan pemilik, Ali Munir (54), kebakaran ditenggarai karena korsleting listrik. Saat kejadian, penghuni sedang lelap.
“Beruntung api yang menyala disertai asap yang mengepul lekas diketahui sehingga kami terbangun dan langsung lari keluar rumah,” tutur Ali Munir.
Satu di antara penghuni adalah bayi yang masih berumur enam bulan. Beruntung juga pada saat kejadian bayi tersebut bisa diselamatkan sebelum api menjilat semua material bangunan yang terbuat dari kayu itu.
“Alhamdulillah, kami sekeluarga selamat, namun harta benda tidak ada yang bisa diselamatkan,” imbuh pria beranak tujuh itu lirih.
Sementara itu, Pemerintah Kota Padang langsung mendirikan tenda dan dapur umum untuk menampung keluarga yang terkena musibah tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang H. Nasir Ahmad langsung mengunjungi lokasi dan menyerahkan sejumlah bantuan kebutuhan harian kepada korban. Termasuk memberikan rekomendasi untuk pengurusan kembali ijazah anak pemilik rumah yang terbakar.
”Pemko cukup prihatin atas musibah kebakaran rumah warga. Tindakan cepat guna meringankan beban korban musibah ini harus dilakukan. Selain dari Pemko, juga dari pihak lain serta masyarakat,” katanya.
Adapun untuk pembangunan kembali rumah Ali Munir yang terbakar, Nasir mengatakan akan mengupayakan melalui Baznas.
”Nanti Baznas juga akan meninjau ke lokasi dan menyiapkan apa saja yang bisa dibantu,” tukasnya. (der)







