Revolusi Mental Perlu Diwujudkan Berbasiskan Pada Kearifan Lokal
  • Home
  • Berita
  • Revolusi Mental Perlu Diwujudkan Berbasiskan Pada Kearifan Lokal

Revolusi Mental Perlu Diwujudkan Berbasiskan Pada Kearifan Lokal

GMPP UNP mengadakan diskusi terbuka.(baim)

GMPP UNP mengadakan diskusi terbuka.(baim)

PADANG -Gerakan Mahasiswa Peduli Pancasila (GMPP) UNP mengelar diskusi terbuka bertemakan Revolusi Mental di Tengah Ideologi Pancasila, Senin (28/12). Tanpa revolusi mental, perubahan sistem politik yang selaras dengan reformasi birokrasi tidak akan terwujud, dimana politik berubah akan berpengaruh terhadap perubahan atau reformasi birokrasi.

Dosen Ilmu Administrasi Negara dari UNP, Aldri Frinaldi, S.H, M.Hum, Ph.D pada kesempatan itu menyampaikan, reformasi birokrasi pemerintah pusat dan daerah mewujudkan sistem manajemen pemerintahan yang baik (good governance) tidak mungkin berhasil tanpa perubahan perilaku dan mindset para pejabat publik dan pegawai pemerintah, yang didukung oleh seluruh pemangku kepentingan bangsa ini.

Revolusi mental memang tidak semudah mengatakannya,karena menyangkut manusia dengan kebiasaannya dan pola pikir serta perilakunya dengan permasalahan yang kompleks. Karena menyangkut keseluruhan permasalahan dari pengetahuan, keyakinan, budaya, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemampuan dan kebiasaan lain yang diperoleh seseorang sebagai warga masyarakat.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang demikian pesat, media sosial dan media elektronik, khususnya media televisi yang dengan gencarnya setiap detik menayangkan kebudayaan asing, yang bernilai hedonism, materialistik, individualisme dan lain-lain, menyebabkan demikian  mudahnya merusak pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda, cenderung melupakan budaya sendiri.

“Terdegradasinya moral bangsa, lemahnya kepatuhan terhadap hukum, memudarnya nilai adat istiadat yang tercermin dalam setiap kebiasaan warga masyarakat Indonesia, karena semakin tergerusnya nilai-nilai kearifan lokal. Untuk itu norma positif di masyarakat yang bersumber dari budaya lokal perlu ditingkatkan dalam muatan lokal kurikulum sekolah,”ungkapnya.

Aldri yang juga Sekretaris Politik Hukum dan HAM UNP menambahkan, revolusi mental bangsa ini perlu diwujudkan dengan kebijakan yang berbasis kearifan lokal, atau dengan meningkatkan pembinaan-pembinaan melalui pertemuan, sarasehan, dialog, diskusi, pagelaran-pagelaran budaya. Sejalan dengan itu perlu ditingkatkan penghayatan nilai-nilai agama, dan ketaatan terhadap hukum, ketaatan terhadap sistem sesuai dengan peraturan perundang-undangan, meningkatkan rasa malu jika korupsi dan sebagainya.

Aldri juga mengatakan bahwa nilai-nilai revolusi mental yang harus ditanamkan kepada mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sebenarnya harus didasarkan pada konsepsi trisakti yang telah dicetuskan oleh Soekarno dan digelorakan kembali oleh pemerintahan Jokowi-JK. Visi Trisakti yang memfokuskan pada Tiga Pilar harus dihidupkan, dijabarkan, diaplikasikan, dan dioperasionalkan kembali s esuai dengan konteks kekinian, khususnya sesuai dengan konteks kemahasiswaan saat ini.

Strategi menanamkan nilai-nilai revolusi mental kepada mahasiswa harus dilakukan secara sistematis, logis, dialogis, dan interaktif, dimulai dari pra mahasiswa, saat mahasiswa, dan pasca mahasiswa.(baim).

Berita Terkait

Leave a Reply