PADANGPANJANG – Fraksi PAN DPRD Kota Padangpanjang menilai, prioritas pembangunan di daerah itu pada tahun 2016 masih belum maksimal dilaksanakan. Hal itu disebabkan karena anggaran banyak tersedot untuk pembangunan Pasar Pusat Kota Padangpanjang dan Islamic Center. Pembangunan kedua proyek tersebut dilakukan secara tahun jamak/multiyears di mana untuk tahun pertama masing-masing dianggarkan Rp70,77 miliar untuk Pasar Pusat dan Rp35,6 miliar untuk pembangunan Islamic Center.
Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Padangpanjang, Hukemri pada rapat paripurna di DPRD Padangpanjang, Senin (30/11), mengatakan, Fraksi PAN sangat setuju untuk dilaksanakannya pembangunan Pasar Pusat dan Islamic Center dengan sistem multiyears tersebut. Karena, pasar merupakan etalase kota dan masyarakat Padangpanjang sudah sangat mendambakan pasar yang representatif. Apalagi, pembangunan Pasar Pusat sudah menjadi janji walikota saat kampanye dulu.
Sementara, Islamic Center akan sangat mendukung slogan Kota Padangpanjang sebagai Kota Serambi Mekah dalam bentuk fisik. Pembangunan Islamic center tersebut juga sesuai dengan prioritas pembangunan Padangpanjang terkait pengamalan agama dan penerapan ‘ABS SBK’ dalam kehidupan masyarakat.
“Kami berharap dengan terbatasnya anggaran, masing-masing SKPD bisa melaksanakan program dan kegiatan yang telah direncanakan secara maksimal. Karena, untuk menentukan besarnya anggaran suatu kegiatan, tentu sudah disepakati antara pimpinan SKPD dengan Bappeda,” jelas Hukemri.
Fraksi PAN pada kesempatan tersebut juga menyatakan dapat menerima RAPBD 2016 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dengan catatan khusus bahwa semua hasil kesepakatan dalam rapat kerja sebelumnya harus dapat dilaksanakan. Selain itu, seluruh kegiatan fisik yang ada pada SKPD harus segera dilaksanakan pada caturwulan pertama. (isril)







