Ratusan Pelajar SDN 32 Muaro Putuih Ikuti Simulasi Bencana
  • Home
  • Agam
  • Ratusan Pelajar SDN 32 Muaro Putuih Ikuti Simulasi Bencana

Ratusan Pelajar SDN 32 Muaro Putuih Ikuti Simulasi Bencana

Simulasi bencana pada pelajar di Agam. (ers)

AGAM – Sebanyak 405 siswa SDN 32 Muaro Putuih, Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara mendapatkan pelatihan simulasi gempa bumi dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Rabu (10/10).

Kepala SDN 32 Muaro Putuih, Nengsi Mustia, S.Pd mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang luar biasa kepada tim BPBD yang juga dihadiri Baznas Tanggap Bencana (BTB) yang telah melakukan survey jalur evakuasi di Tiku Limo Jorong.

“Baru pertama kali kami mendapat sosialisasi tentang kebencanaan sekaligus simulasi gempa bumi terhadap siswa kami. Hasil sosialisasi dan simulasi gempa bumi ditambah lagi dengan pengetahuan tsunami, akan kembali kami sampaikan kepada keluarga di rumah dan masyarkat sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) Yunaidi, S, M.Pd, merasa bangga memberikan latihan simulasi di SDN 23 Muaro Putuih. Menurutnya, daerah tersebut cukup jauh dari jangkauan dan terdampak cukup parah bila terjadi insiden bencana gempa dan tsunami di sepanjang pantai Tiku dengan penduduk yang cukup padat.

“Kepada guru dan siswa SDN 32 Muaro Putuih agar selalu siaga dan siaga karena dalam moto kesiapsiagaan di Agam itu adalah #AwakSiap AwakSalamaik,” himbaunya.

Menurutnya, kesiapsiagaan diri sendiri itu penting. Bila terjadi bencana, persentase kesiapsiagaan diri sendiri mencapai 34.9% dan kesiapan keluarga 31,9%. Karena itu, pembelajaran tentang kebencanaan perlu diberikan setiap sekolah.

“Sejumlah sekolah tetap akan kita jangkau dengan simulasi gempa dan tsunami serta latihan jenis bencana lainnya. Hal ini kita sikapi karena ada himbauan dan edaran Gubernur Sumbar tentang perlunya kesiapsiagaan dengan memperhatikan beberapa alat sarana dan prasarana kebencanaan,” ujarnya.

Terpisah, Kalak BPBD Agam, M. Lutfi saat dikonfirmasi padangmedia.com menambahkan bahwa mencek dan mensurvey lokasi evakuasi sangat diperlukan sekali.

“Beberapa sekolah dan gedung bertingkat di Agam sudah kita laksanakan latihan simulasi. Khusus untuk sekolah kita upayakan sampai 100 sekolah,” tandasnya. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply