
TANAH DATAR – Bencana datang sekejap mata. Peristiwa banjir bandang yang terjadi Kamis (11/10) pukul 18.30 WIB telah memisahkan Steven Nofen dari istri dan kedua anaknya untuk selama-lamanya.
Nofen saat kejadian berada Pekanbaru. Sementara, Rani (30) istrinya yang dikabarkan sedang hamil 6 bulan dan kedua anaknya, Steve (10) dan Anis (2,5) berada di rumahnya yang dekat dengan anak sungai.
Bencana banjir bandang datang tiba-tiba yang membuat Rani dan kedua anaknya tak dapat menyelamatkan diri. Ketiganya dibawa lumpur dan air dan ditemukan menjadi jasad dalam waktu yang berbeda. Terakhir Steve ditemukan Jumat (12/10) siang.
Jasad ibu dan dua anak itu atas permintaan keluarga akhirnya dimakamkan dalam satu liang usai shalat Jumat. Pemakaman Ibu dan kedua anaknya dilakukan dalam suasana sangat haru. Sang ayah dengan tegar memasukkan sang anak satu persatu ke liang lahat begitu juga dengan sang isteri.
Pemakaman turut dihadiri oleh Wakil Bupati Zuldafri Darma. Sementara, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi karena kondisi kesehatan yang kurang fit dan medan yang tak memungkinkan, hanya sampai di rumah duka. Bupati melanjutkan melihat kondisi korban yang dirawat di Puskesmas Lintau Buo.
Irdinansyah Tarmizi menyampaikan belasungkawa dan mengucapkan do’a agar almarhumah bersama anak-anaknya diberi tempat yang layak di sisi Allah SWT. Ia juga minta Nofen dan keluarga lain yang ditinggal untuk tetap sabar dan tawakal, serta berharap agar tidak ada lagi bencana yang menimpa.
Sementara itu, Wakil Bupati Zuldafri Darma usai pemakaman menyampaikan duka yang mendalam. “Ini cobaan buat kita semua. Semoga kita lebih peduli dengan lingkungan alam dan kepada almarhumah beserta anak-anaknya agar langsung diberi tempat syurganya Allah.SWT,” ucapnya.
Wabup juga sampaikan ucapan terima kasih Bupati pada Polres Tanah Datar beserta jajaran, Dandim 0307 Tanah Datar dan jajaran, relawan dan seluruh yang terlibat dalam evakuasi korban bencana hingga prosesi pemakaman para korban. (rin/*)






