
PADANGPANJANG – Beberapa komoditas penting dibahas dan perlu jadi perhatian dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Senin (17/7).
Komoditi itu di antaranya cabai merah, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, telur ayam ras dan jagung.
Dari Padangpanjang kegiatan ini diikuti melalui Zoom Meeting oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia, Yas Edizarwin, S.H, Asisten II Setdako, Ewasoska, S.H, Forkopimda serta OPD terkait.
“Ke depan komoditi ini perlu diperhatikan lagi kenapa ini bisa naik. Lakukanlah langkah-langkah konkret yang bisa menurunkan harganya,” tegas Tito.
Disebutkan, kenaikan komoditas ini juga akan berimbas kepada Indek Perkembangan Harga (IPH) Nasional. Saat ini sejumlah Kabupaten/Kota alami kenaikan IPH tertinggi nasional.
Mendagri Tito mengungkapkan, presiden juga memberi apresiasi atas upaya pengendalian inflasi mencapai 3,53%. Namun demikian jangan terlena, karena target nasional maksimal 3 persen.
Setiap kepala daerah, sambung Tito, diminta aktif turun ke pasar melakukan pemantauan. Mengaktifkan satgas pangan yang dipimpin sekda dengan anggota kepala dinas pangan pertanian, kepala dinas perdagangan untuk aktif melakukan pemantauan.
“Lakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan. Kalau ada masalah, masalah hukum atau keragu-raguan, manfaatkan kerja sama dengan kejaksaan dan TNI-Polri. Kemenkeu nantinya akan memberikan reward DID (dana insentif daerah) kepada daerah yang aktif mengendalikan inflasi terbaik,” sebutnya.
Usai rakor, Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako, Putra Dewangga, S.S, M.Si menyampaikan, berdasarkan data BPS Padang Panjang, IPH Kota Padangpanjang untuk minggu kedua Juli minus 0,472 (-0,472) atau berfluktuasi rendah (penurunan). Komoditi utama yang berkontribusi untuk penurunan ini adalah daging ayam ras, beras dan minyak goreng.
“Pada minggu kedua Juli, secara umum harga 51 komoditi relatif stabil, hanya terjadi fluktuasi ringan pada 15 komoditi. Empat komoditas mengalami kenaikan harga dan 11 mengalami penurunan harga,” pungkasnya. (de)






