
Dharmasraya, Padek–Rusaknya sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Dharmasraya sebahagian besar disebabkan oleh muatan truk yang overload atau melebihi kapasitas. Dan tidak bisa di pungkiri sebahagian besar truk-truk tersebut milik perusahaan yang ada di Kabupaten Dharmasraya.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak perusahaan, guna memperbaiki jalan atau jembatan yang rusak tersebut khusus jalan atau jembatan Kabupaten Dharmasraya.
Hal di tegaskan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani kepada wartawan, usai gelar diskusi strategi Komitmen sinergi antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan perusahaan swasta, Senen (26/5) di aula Kantor Bupati Dharmasraya.Tampak hadir Plt Sekdakab Yefrinaldi, Kepala Dinas Pertanian Darisman, Kadis Kominfo Rovanly Abdams, perwakilan perusahaan enam perusahaan masing- PT Bukit Raya Mudisa PT BRM), PT Incasi Raya, PT Dharmasraya Lestarindo (DL) PT Dharmasraya Sawit Lestari (PT DSL), PT Kali Dareh dan PT HKI
“Alhamdulillah diskusi yang kita gelar, membuahkan hasil yang positif, dimana pihak perusahaan akan memberikan kontribusi untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak khusus jalan Kabupaten yang dilalui oleh truk-truk milik perusahaan di samping itu dalam diskusi tersebut kita juga membahas tentang dana Corporate Social Responsibility (CSR),” urai Annisa
Dikatakan Annisa, diskusi tersebut bertujuan sama-sama mencari solusi terhadap permasalahan yang ada.Dan sama-sama sepakat menjaga jalan-jalan Kabupaten karena itu merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sebagai warga Dharmasraya, dalam artian tanggung jawab dari dampak menjaga lingkungan.
” Dalam MoU nanti akan di fokus jalan- yang mana saja akan diperbaiki oleh perusahaan yang bersangkutan.Setidaknya ada dua hal ingin kita capai dan mudah-mudahan terealisasi, pertama bagaimana Pemerintah ini bisa membantu sinergi antara masyarakat dengan perusahaan terjalin hubungan yang harmonis.Di samping itu juga sama-sama kita ingatkan akan peran dan hak tanggung jawab dari masing-masing warga yang ada di Dharmasraya, dan jika infrastruktur sudah di perbaiki bisa dinikmati oleh masyarakat , harap Annisa.
Di jelaskan Annisa, efesiensi anggaran menyebabkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menadi nol rupiah.”Untuk itu kita harus mencari solusi lain guna mengatasi hal tersebut, sehingga masyarakat tetap bisa merasakan derap pembangunan dan salah satu solusinya adalah dengan melibatkan pihak perusahaan,” ucap Bupati perempuan pertama di Sumatera Barat tersebut.(ita)






