BOGOR – Pusaka Indonesia harus dilestarikan karena melalui pusaka kita bisa melihat jati diri sebagai bangsa. Termasuk di dalamnya hasil cipta, rasa, karsa dan karya serta lebih dari 500 suku bangsa di tanah air.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Hashim Djojohadikusumo pada Temu Pusaka Indonesia di balaikota Bogor, Sabtu (10/10). Pria kelahiran 1 Januari 1953 ini menegaskan, pusaka Indonesia merupakan identitas diri kita sebagai bangsa.
“Kebanggaan kita sebagai bangsa yang sangat unik dan tidak dimiliki bangsa-bangsa lain,” tegasnya pada kegiatan Temu Pusaka Indonesia yang mengumandangkan deklasari Bogor di balaikota Bogor, Sabtu (10/10). Kegiatan tersebut dihadiri Walikota Bogor, Bima Arya dan mitra pelestari pusaka di Indonesia.
Dikatakan Hashim, kita harus mengapresiasi usaha-usaha yang bersifat public, berdasar minat dan kepedulian sendiri-sendiri yang tidak lelah merintis, memelihara dan mendorong masyarakat untuk peduli komunitas pelestarian Indonesia dalam sebuah gerakan.
“Gerakan yang datang dari masyarakat akan menjadi lebih dahsyat serta memberi dampak nyata. Apalagi bila tingkat kesadaran masyarakat tentang pelestarian pusaka diimbangi dengan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah secara aktif,” ujarna.
Pemerintah juga harus lebih terlibat dengan menumbuhkan “sense of urgency” dalam melindungi pusaka Indonesia, karena ini menyangkut jati diri dan kebanggaan bangsa. Ia menghimbau kepada semua elemen untuk mengawal semua usaha pelestarian pusaka Indonesia sebagai sebuah kesadaran menjaga jati diri, identitas bangsa dan kebanggaan. (tumpak)






