PADANG – Program 1821 yang di-launching Pemko Padang pada 1 Muharam lalu selaras dengan program Gerakan Maghrib Mengaji dari Kementerian Agama. Program itu guna memaksimalkan kebersamaan anggota keluarga pada waktu antara pukul 18.00 sampai dengan 21.00 WIB setiap hari.
Hal itu diungkapkan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat melepas pawai ta’ruf memeriahkan tahun baru 1439 Hijriyah di Masjid Raya Sumatera Barat, Senin (25/9). Pawai ta’ruf yang diikuti 3.000 siswa TK/RA, MIN, MTsN Model, MAN 2 Gunung Pangilun ini dilepas bersama Kepala Kanwil Kemenag Sumbar dan Kota Padang serta para kepala sekolah.
Menurut Mahyeldi, penguatan keluarga memang menjadi perhatian serius dalam rangka mewujudkan generasi muda yang berkualitas. “Tanpa perhatian dari orang tua, bisa berpengaruh buruk pada perkembangan mental anak,” kata Mahyeldi.
Walikota menilai, pawai ta’ruf memeriahkan tahun baru Islam ini akan mendekatkan anak – anak pada budaya Islami. “Jiwa mereka akan lebih dekat pada agama dan budaya yang berasal dari Islam sendiri,” tukas Mahyeldi.
Pada kesempatan itu, Lurah Gunung Pangilun Andi Amir mendapat apresiasi dari Kakanwil Kemenag Sumbar dan Kakan Kemenag Kota Padang serta Walikota.
“Lurah Gunung Pangilun sangat memberikan perhatian besar terhadap kegiatan-kegiatan di madrasah di bawah Kemenag yang ada di kelurahannya,” kata Kakanmenag Kota Padang Japeri.
Setiap program keagamaan, kata Japeri tidak lepas juga karena adanya sinergi dengan pemko. “Setiap program Kemenag selalu sinegi dengan program keagamaan Pemko,” tutupnya. (der)







