
SOLOK – Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial Pangan Beras Sejahtera di GOR Tuanku Tabiang, Batu Tupang, Koto Baru, Kabupaten Solok, Kamis (8/2).
Presiden Jokowi pada kesempatan itu mengingatkan, dana yang ada di PKH hanya digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan gizi dan pendidikan anak. “Jadi, untuk beli telur boleh, beli ikan boleh, beli sayur boleh. Juga untuk keperluan sekolah anak-anak, seperti membeli buku, sepatu, tas, dan seragam,” kata Presiden.
Sedangkan untuk Kartu Indonesia Pintar, Presiden memberitahukan bahwa bagi yang SD, di kartu itu ada anggaran Rp450.000 dan untuk SMP Rp750.000 serta SMA/SMK mendapatkan Rp1.000.000.
“Kartu Indonesia Pintar ini agar anak-anak semuanya bersekolah. Nanti kalau pemerintah memiliki anggaran yang lebih, ya nanti PKH-nya ditambah, Kartu Indonesia Pintarnya juga ditambah. Doakan saja,” kata Jokowi.
Ditegaskan, apabila ketahuan anggaran tersebut untuk membeli pulsa, maka kartunya akan dicabut.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa negara Indonesia adalah negara besar, memiliki 714 suku.
“Kita juga memiliki 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda, sukunya berbeda, bahasa daerahnya berbeda, kemudian agama juga berbeda, adat istiadat juga berbeda, tradisi juga berbeda. Inilah anugerah dari Allah yang diberikan kepada kita,” sambung Presiden seraya menyampaikan ada 1.100 lebih bahasa daerah dan 17.000 pulau yang bertebaran dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Karena itu, masyarakat diminta terus-menerus menjaga persatuan kesatuan, kerukunan, persaudaraan, karena semua harus adalah Saudara sebangsa dan setanah air.
Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) di Sumatera Barat sebanyak 471.498 siswa dengan bantuan senilai Rp238.790.225.000.
Adapun penerima PIP Kartu Indonesia Pintar tahun 2017 di Kabupaten Solok adalah sebanyak 34.103 siswa dengan nilai bantuan sebesar Rp6.402.350.000.
“Untuk peserta PIP yang hadir saat ini adalah 1.173 orang, terdiri dari 384 siswa SD, 384 siswa SMP, 192 siswa SMA, 192 SMK, dan program kesetaraan sebanyak 21 siswa,” tambah Mendikbud dilansir dari laman Setkab.
Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2018 diperluas dari 6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi 10 juta KPM. “Bantuan yang telah dicairkan untuk penyaluran tahap 1 pada bulan Februari senilai 4.574.525.500 rupiah. Untuk PKH di provinsi Sumatera Barat sebanyak 1.955.623 KPM. Sedangkan KPM di Kabupaten Solok sebanyak 17.096,” tambah Mendikbud dilansir dari laman Setkab RI.
Peserta PKH yang hadir, menurut Mendikbud, saat ini ada mencapai 1.500 KPM berasal dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Solok. Penyaluran hari ini di Kabupaten Solok akan launching penyaluran tahap 1 tahun 2018, dan selanjutnya akan diikuti oleh penyaluran serentak di seluruh wilayah hingga pada akhir Februari dapat dituntaskan.
Untuk Bansos pangan beras sejahtera sekarang ini, tambah Mendikbud, di provinsi Sumatra Barat ada 220.991 KPM. Untuk bantuan pangan non tunai yang merupakan transformasi dari bantuan pangan rastra di Sumatra Barat sebanyak 68.057 KPM.
“Bansos pangan Rastra di Kabupaten Solok sebanyak 20.545 KPM. Penyaluran Rastra pada hari ini merupakan penyaluran tahap kedua,” pungkas Mendikbud.
Dalam acara itu, Presiden Jokowi menyerahkan secara simbolis KIP, PKH, dan Bansos Pangan Rastra kepada 12 orang perwakilan masyarakat. Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara ini Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Idrus Marham, Wamen ESDM Archandra Tahar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan Bupati Solok Gusmal. (rin/*)






