
SAWAHLUNTO – Perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) I Kota Sawahlunto menjadi ajang menjaring potensi atlet. Terbukti dengan munculnya atlet yang dapat dijadikan atlet binaan menuju prestasi yang baik.
Pelatih Cabang olahraga Atletik Pengcab PASI Kota Sawahlunto, Lasiman menyatakan, dari hasil pertandingan pra Porkot sudah terjaring potensi atlet meski belum dilakukan pembinaan yang kontinyu.
“Seperti cabang lari dari hasil pertandingan 100 meter Putra di Kecamatan Barangin, pelari Rangga dari Desa Santur dapat finish dengan waktu 13, 53 detik. Disusul Roy Fernando dari Kolok Nan Tuo dengan waktu 13, 94 detik. Kalau dibina, tentu akan lebih baik karena usia mereka masih muda,” jelas Lasiman saat ditemui di Sekretariat KONI Sawahlunto, Minggu (9/4).
Dia menambahkan, di cabang tolak peluru putra, juga ada atlet Risyandi dari Desa Lumindai yang dapat tolakan dengan jarak 8,43 M serta atlet dari Durian II Roni Triyuli dengan jarak 8,30 M dan atlet tolak peluru putri Talago Gunung Weni Afrida dengan jarak 7,00 M. Ketiga atlet ini justru belum pernah dilatih secara teknik yang baik serta dibina dengan latihan rutin.
“Kalau dilakukan latihan rutin dan dengan dukungan sarana yang baik pula, maka akan lebih baik hasil dapat diraih,” sebut Lasiman.
Selain cabor Atletik, Pra Porkot I yang digelar di tiap kecamatan di kota ini telah menyelesaikan seluruh cabor lainnya, yakni bola voli, futsal, tenis meja, menembak, bulu tangkis, catur dan takraw. Juara I dan II di tiap cabor akan bertanding mewakili kontingen Kecamatan di Porkot I Sawahlunto, Jumat – Sabtu (14-15/4) mendatang. (tumpak)






