SAWAHLUNTO – Petualangan Leo Ramansyah (29) pelaku penipuan danpenggelapan dua unit mobil harus terhenti oleh Unit Reskrim Polsek
Barangin didukung Opsnal Reskrim Polres Kota Sawahlunto setelah
ditangkap di Muaro Bungo Provinsi Jambi, Selasa (29/1) kemarin.
Penangkapan pria yang mengelapkan dua unit mobil yakni Avanza milik Ardi dan Xenia milik Elpi warga Sawahlunto itu berawal dari informasi dari masyarakat serta penyidikan melalui online dan media sosial tentang keberadaan warga Perumahan Ramayani 1 blok C no 4 Muaro Bungo itu.
Kapolsek Barangin Iptu Dani Salman mengatakan penangkapan ini berawal
dari laporan dua korban yang mobilnya dirental tersangka tahun 2017 lalu sesuai LP/16/VII/2017-SPKT I POLSEK, tanggal 21 Juli 2017.
dari laporan dua korban yang mobilnya dirental tersangka tahun 2017 lalu sesuai LP/16/VII/2017-SPKT I POLSEK, tanggal 21 Juli 2017.
“Tersangka merental mobil namun menggadaikannya di Sibolga Sumatra
Utara sekira Agustus 2018 lalu. Mobil berhasil ditelusuri anggota namun tersangka tak tahu keberadaannya, tapi sekarang sudah ditangkap,” jelas Kapolsek, Rabu (30/1).
Utara sekira Agustus 2018 lalu. Mobil berhasil ditelusuri anggota namun tersangka tak tahu keberadaannya, tapi sekarang sudah ditangkap,” jelas Kapolsek, Rabu (30/1).
Kanit Reskrim Polsek Barangin Aipda Efi Hendra menambahkan, dari awal
penangkapan dua unit mobil milik dua korban ini terus dilakukan penelusuran keberadaan tersangka yang kerap berpindah–pindah.
penangkapan dua unit mobil milik dua korban ini terus dilakukan penelusuran keberadaan tersangka yang kerap berpindah–pindah.
“Dan terakhir informasi didapat pelaku berada di sekitar Kabupaten Muaro Bungo dan kita lakukan penangkapan di Kantor Sinarmas Jalan Rangkayo Hitam Kel.Bungo timur, Kec.Pasar Muara Bungo,“ jelas Kanit Reskrim itu.
Kini pelaku ditahan di Polsek Barangin guna pengembangan penyidikan
karena sudah ada informasi terkait aksi tersangka bukan hanya di Kota
Sawahlunto saja.
karena sudah ada informasi terkait aksi tersangka bukan hanya di Kota
Sawahlunto saja.
“Diduga di daerah lain juga melakukan modus yang sama,” pungkasnya. (tumpak)






