
SOLOK – Pemerintah Kota Solok bersama Polres Kota Solok mengadakan jumpa pers terkait dugaan persekusi dr. Fiera Lovita, Jumat (9/6). Jumpa pers dihadiri Walikota Solok, H Zul Elfian, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Polres Solok Kota. Sementara dari Polres Solok Kota, hadir Wakapolres Kompol Sumintak. Sedangkan Kapolres yang baru dilantik tengah berada di Jakarta.
Wakapolres pada kesempatan itu menyatakan, pihaknya telah memeriksa 14 orang dalam dugaan persekusi dr.Fiera Lovita tersebut. Mereka yang diperiksa pada umumnya yang memposting dugaan persekusi di media sosial.
Terkait pencopotan Kapolres sebelumnya, AKBP Susmelawati dijelaskan Wakapolres bahwa mutasi di lingkungan Polri bukan hal yang baru. Menurutnya, AKBP Susmelawati memiliki job di Polda Sumbar.
Sementara itu, Walikota Solok, H. Zul Elfian bersama Wakilnya Reinier menyayangkan pemberitaan yang dilansir media nasional bahwa Kota Solok tidak aman karena dugaan persekusi terhadap dokter yang bertugas di RSUD Solok, dr Fiera Lovita. Wako menekankan bahwa kondisi Kota Solok sangat aman dan kondusif.
Masyarakat Kota Solok, katanya, juga sangat saling menghargai dan toleransi. Terhadap dugaan persekusi tersebut, Pemko Solok menghormati proses hukum yang ditangani kepolisian. Yang pasti, Pemko bersama tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama menentang segala bentuk persekusi. Ke depan, ia mengajak masyarakat Kota Solok untuk lebih bijak menyikapi perkembangan media social.
“Mari kita menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak tatanan di Kota Solok yang kita cintai ini,” ujarnya.
Wako juga menjamin masyarakat Kota Solok akan menerima Fiera Lovita untuk kembali bekerja di Kota Solok. Jumpa pers dihadiri Ketua DPRD Yutriscan, Ketua MUI H Afrizal Thaib, Ketua LKAAN H. M. Rusli Kh Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang, Melda Murniati, Wakil Direktur RSUD Solok, dr. Elfahmi dan lain-lain.
dr Fiera Lovita beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan di media lokal dan nasional. Bermula dari postingannya di akun media sosial miliknya yang diduga memaki dan melecehkan ulama.Walaupun tidak menulis jelas siapa, tapi pada salah satu foto yang dipostingnya ada Ketua FPI Habieb Rizieq Shihab (HRS) sehingga semua celaan yang ditulisnya tersebut dapat disimpulkan dialamatkan pada HRS. Fiera mengaku diintimidasi oleh salah satu ormas di daerah itu hingga akhirnya saat ini ‘berlindung’ di Jakarta. (rin/*)






