
AGAM – Sangat disayangkan tindakan warga yang tak bertanggung jawab dengan membunuh pohon pelindung di pinggir jalan raya di kawasan ibu Kota Kabupaten Agam. Padahal pohon pelindung ditanam untuk kepentingan bersama, termasuk warga Lubuk Basung.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Agam, Ir. Yulnasri, MM, dalam perbincangan dengan padangmedia.com, Kamis (31/12) di ruang kerjanya, menyebutkan, pohon pelindung yang besar-besar banyak yang dimusnahkan warga di pinggir jalan menuju Perumahan Talago Permai Lubuk Basung. Jenis yang banyak dimusnahkan adalah dadap siam.
Sementara, tanaman pelindung di jalur hijau jalan dua jalur, juga mulai terlihat mati. Menurut informasi, tanaman itu dibunuh menggunakan sejenis cairan (minyak tanah). Pada tanaman yang mulai layu itu, tercium aroma minyak tanah yang kental.
“Padahal, tanaman pelindung jenis mahoni itu sudah melalui perlakuan khusus sehingga tidak akan bisa tumbuh besar, seperti yang tidak mendapatkan perlakuan khusus tersebut,” ujarnya dengan nada lirih.
Yulnasri pantas sedih dan kesal dengan tindakan warga tersebut. Pasalnya, pengadaan bibit mahoni, yang ditanam di jalur hijau tersebut bukan dana pemerintah, tetapi dana pribadi. Menanamnya pun dilakukan dengan goro pegawai Dishutbun Agam.
Tujuan penanaman tanaman pelindung itu bukan sekedar untuk menghijaukan Kota Lubuk Basung. Tetapi sebagai penyejuk Lubuk Basung yang panas dan untuk menghasilkan oksigen untuk warga.
“Satu batang pohon bisa memenuhi kebutuhan oksigen untuk 2 orang,” jelasnya. (fajar)






