
PADANG PANJANG — Penjabat (Pj) Walikota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si membuka secara resmi Open Nine Ball Tournament, yang menghadirkan 280 atlet biliar dari Sumatera Barat (Sumbar), Riau dan Jambi, dengan memperebutkan total hadiah Rp 48,9 juta, Sabtu (10/8) di Milleniq Billiard.
Open Tournament yang digelar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Padang Panjang tersebut berlangsung selama empat hari sejak kamis hingga minggu, esok. Saat ini, 124 atlet biliar melaju ke babak berikutnya.
Turut hadir, Ketua DPRD Mardiansyah, S.Kom, Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, SIK, MAP, Dandim 0307/TD, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, SIP, M.Han, Kepala Kejaksaan Negeri, Jerniaty, MH, dan Komandan Secata B Rindam I/BB Letkol Inf. Yusuf Saud Tanjung, SIp, M.TR. (Han) dan pejabat terkait lainnya.
Pj Wako Sonny dalam sambutannya berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet biliar yang berprestasi dan mengharumkan nama Kota Padang Panjang di kancah nasional hingga internasional.
“Turnamen ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan prestasi atlet biliar lokal. Serta menginspirasi generasi muda untuk aktif dalam kegiatan positif,” ujarnya.
Hadirnya Milleniq Biliar, lanjut Sonny, hendaknya bisa membawa semangat positif dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap olahraga biliar. Yaitu murni olahraga yang membutuhkan kecerdasan.
“Semoga kehadiran Mileniq Billiard mampu menjawab stigma biliar olahraga judi ialah sesuatu yang keliru. Diharapkan tidak lagi ada pemikiran seperti itu. Kehadiran Milleniq Billiar membawa hal positif di tengah masyarakat Padang Panjang berjuluk Serambi Mekkah ini,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua KONI Padang Panjang, Panji Rangga Warman mengapresiasi pemilik Milleniq Billiard Ilhamdi bersama istrinya Nilam, berinvestasi membangun sarana permainan biliar di lahan Secata B ini.
“Apresiasi juga kepada pengurus POBSI menggelar kejurda. Hendaknya event biliar ini bisa mengubah paradigma masyarakat terhadap olahraga satu ini. Melahirkan atlet yang berlaga di PON 2028 mendatang,” ujarnya.
Senada dengan Pj Wako dan Ketua KONI, Dansecata Yusuf Saud menyebut, kehadiran rumah biliar ini bisa membawa semangat olahraga, bukan judi. Dikatakannya, pandangan yang kerap muncul, biliar indentik dengan judi. Namun dia tegas melarang hal ini. Dia pun membatasi operasional sampai jam 22.00 WIB menghindari hal itu. (de)






