
PADANG – Partai Golkar Padang tak mau gagabah dalam menetapkan calon walikota ataupun wakil walikota yang akan diusung dalam Pillada Padang 2018 mendatang.
Menurut Ketua DPD Golkar Padang Wahyu Iramana Putra, partainya saat ini masih menunggu hasil survei yang dilakukan lembaga survei Indobarometer.
“Kemungkinan dalam pekan depan sudah selesai. Indobarometer akan mempresentasikan ke internal Golkar di Jakarta,” kata Wahyu, Selasa (15/8).
Menurutnya, dalam survei yang dilakukan itu, semua nama yang mengapung yang bakal maju di Pillada Padang ikut disurvei, termasuk incumbent Mahyeldi, Emzalmi, Desri Ayunda, Hendri Septa, Andre Rosiade, Maidestal Hari Mahesa dan lain-lain.
“Termasuk lima calon internal yang sudah kami apungkan yakni Weno Aulia, Zulhardi Z Latif, Afrizal, Syafril Basyir dan Irwan Basir,” jelas Wahyu.
Dia mengatakan, di kalangan internal memang menguat Golkar akan mendorong putra mantan Walikota Padang Hasan Basri Durin, Weno Aulia untuk diusung dalam Pilkada. Namun, DPP Golkar meminta survei, makanya dilakukan survei.
“Perlu dicatat, tim survei yang datang itu langsung dari Jakarta dan kami di Padang tidak tahu siapa mereka,” katanya.
Dijelaskan, dari hasil survei itu nantinya Golkar baru akan memutuskan siapa yang akan diusung. “Kami ingin memenangkan Pilkada. Makanya, siapa calon yang tertinggi itu yang akan kami usung,” lanjutnya.
Makanya, kata Wahyu, Golkar tidak membuka pendaftaran calon walikota atau wakil walikota. Pada saatnya, Golkar akan memanggil calon yang hasil surveinya bagus untuk menyatukan visi dan misi sejalan dengan Golkar, tambahnya.
Terkait koalisi, dia menjelaskan, Golkar terbuka untuk berkoalisi dengan partai mana saja yang satu visi dengan Golkar dalam memajukan Kota Padang. Pembicaraan dengan partai-partai lain sudah kami lakukan secara intens, namun belum final.
“Kami targetkan pertengahan September semuanya sudah clear,” ungkapnya. (baim)






