Petani Kakao di Tanjung Raya Banyak Beralih ke Kopi
  • Home
  • Agam
  • Petani Kakao di Tanjung Raya Banyak Beralih ke Kopi

Petani Kakao di Tanjung Raya Banyak Beralih ke Kopi

Petani kopi di Koto Panjang, Kec.Tanjung Raya, Kab.Agam. (fajar)

AGAM – Di Kabupaten Agam, tepatnya di Koto Panjang, Nagari (persiapan) Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, tanaman kakao mulai tergeser oleh kopi. Saat ini, sudah banyak petani sekitar yang menebang pohon kakaonya, dan menggantinya dengan tanaman kopi jenis robusta.

Salah satu penyebabnya adalah berjangkitnya penyakit yang tidak bisa ditanggulangi petani. Penyakit yang sangat merugikan petani itu adalah penyakit yang menyerang buah kakao. Buah yang diserang penyakit itu akan berubah warna menjadi hitam dan kemudian membusuk.

Menurut salah seorang petani lainnya di Lubuak Nyanyuak, Jorong Koto Panjang, St. Samain, sebenarnya tanaman kakao cukup menguntungkan. Karena harga jual di pasaran relatif stabil, sekitar Rp24.000 per kilogram.

“Sayangnya, buah kakao kami membusuk sebelum bisa dipanen,” katanya.

Makanya, ia dan petani lainnya lebih memilih mengganti tanaman kakao mereka dengan kopi robusta.

Alasan kuat lainnya adalah, informasi menggembirakan dari Bupati Agam, Indra Catri yang berkeinginan kuat menduniakan kopi produksi petani Agam. “Kami sangat tertarik dengan keinginan Bapak Bupati untuk menjual kopi Agam ke pasaran dunia,” pungkasnya. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply