PAINAN- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026.
Prestasi itu, yakni meraih peringkat pertama dalam kedisiplinan penyampaian laporan realisasi fisik dan keuangan Tahun Anggaran 2025.
Sementara, untuk peringkat kedua diraih Bagian Administrasi Pembangunan Kota Bukit Tinggi. Kemudian, disusul dari Kabupaten Damasraya yang bertengger pada peringkat ketiga.
Ini merupakan bukti, kalau Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan unggul, dari 18 Kabupaten/Kota lainya di Provinsi Sumatera Barat.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekda Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat, Arry Yuswandi, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Zainal Arifin, di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, baru – baru ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Zainal Arifin, usai menerima penghargaan itu mengungkapkan bahwa capain tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam menjaga tertib administrasi dan akuntabilitas pembangunan daerah.
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah bekerja secara konsisten dan disiplin dalam menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.
Zainal Arifin mengatakan bahwa keberhasilan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam pengelolaan administrasi pembangunan dan pelaporan keuangan daerah secara tepat waktu, akurat dan sesuai ketentuan,” katanya.
Dikatakannya, penghargaan yang diperoleh tersebut jelas merupakan bentuk apresiasi, atas komitmen dan konsistensi pemerintahan daerah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang telah bekerja konsisten sepanjang tahun anggaran 2025 sehingga berhasil meraih prestasi yang membanggakan tersebut.
“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi hasil kerja bersama seluruh OPD yang disiplin dan tepat waktu dalam menyampaikan laporan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa ketepatan dan akurasi laporan menjadi indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan.
“Kami berkomitmen menjaga integritas data dan memastikan setiap laporan disampaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Keberhasilan Pesisir Selatan, terangnya, juga didukung optimalisasi penggunaan Aplikasi Simbangda (Sistem Informasi Pembangunan Daerah). Melalui sistem ini, proses pelaporan dan monitoring kegiatan berjalan lebih terintegrasi dan transparan.
“Dengan pemanfaatan Simbangda, kami dapat memantau progres kegiatan secara real time dan meminimalkan kesalahan administrasi,” katanya.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan sinergi antar perangkat daerah dalam mendukung sistem pelaporan berbasis digital.
Transformasi tata kelola yang lebih modern menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembangunan.
Ke depan, kata Zainal Arifin, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bertekad mempertahankan capaian tersebut.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan pembangunan dan menjaga kedisiplinan pelaporan sebagai wujud pemerintahan yang profesional dan terpercaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat, Arry Yuswandi, dalam sambutannya mengatakan bahwa kedisiplinan pelaporan merupakan bagian penting dari pengendalian pembangunan daerah.

“Laporan realisasi fisik dan keuangan menjadi dasar evaluasi kinerja pemerintah daerah,” katanya.
Arry Yuswandi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/ kota yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam penyampaian laporan realisasi fisik dan keuangan.
“Laporan realisasi fisik dan keuangan yang disampaikan secara disiplin dan tepat waktu sangat membantu pemerintah provinsi dalam melakukan monitoring serta memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan,”timpalnya. ADV







