PADANG- Pertumbuhan jumlah investor berkartu tanda penduduk (KTP) Sumatera Barat di Pasar Modal Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan di tahun 2025. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari peran aktif pihak terkait dalam mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang kepasarmodalan.
Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra menyebutkan, tercatat sebanyak total 291.030 Single Investor Identification (SID) berdasarkan data Desember 2025 atau tumbuh 48,68 persen year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang baru mencapai 195.749 SID.
“Investor pasar modal di Sumatera Barat terus tumbuh, di mana data Desember 2025 menunjukkan total SID berjumlah 291.030 investor atau tumbuh sebesar 48,68 persen yoy,” kata Roni Nazra, Minggu (8/2/2026).
Roni merinci, dari total SID ber-KTP Sumatera Barat tersebut, investor saham tumbuh sebesar 33,84 persen yoy. Desember tahun 2024 baru berjumlah 92.991 investor naik menjadi 124.455 investor di tahun 2025.
Sementara untuk SID Reksa Dana, di tahun 2025 tumbuh 48,83 persen yoy. Dari 185.295 investor di tahun 2024 meningkat menjadi 275.780 investor per Desember 2025.
Selanjutnya SID Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 19,13 persen yoy dari 8.459 investor di tahun 2024 menjadi 10.077 investor di tahun 2025. Kemudian SID Efek Beragunan Aset (EBA) tercatat statis yaitu 3 investor.
Dari nilai transaksi, Roni menyebutkan bahwa di tahun 2025 juga terjadi lonjakan signifikan, mencapai Rp23,14 triliun atau naik 111,73 persen yoy dibanding transaksi tahun 2024 yang berjumlah 10,93 triliun.
“Volume transaksi saham adalah sebanyak 67,587 miliar saham atau naik 131,79 persen dari volume transaksi tahun 2024 yang sebanyak 29,459 miliar saham, frekuensi transaksi sepanjang 2025 terjadi 5,368 juta kali, naik 87,59 persen dibanding tahun 2024 yang sebanyak 2,862 juta kali transaksi,” tutup Roni. F







