PADANG – Pertemuan da’i dan ulama se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa di Padang pada 11-21 Juli 2017 akan membawa banyak dampak. Di antaranya memperkuat keberadaan kompetensi ulama di Indonesia dan Sumbar serta terbangunnya sinergi baik antara ulama di Asia, Afrika dan Eropa.
“Terlebih lagi, Kota Padang akan menjadi kota yang berperan dalam agenda internasional, yakni dari Padang untuk persatuan ummat. Selain itu, dengan adanya pertemuan tersebut, hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi bisa semakin erat. Kota Padang berperan dalam menjembatani komunikasi antara keduanya,” ujar Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah.
Dari pertemuan ulama dunia itu, diharapkan berbagai investasi juga akan mengalir ke Kota Padang. Karena, nantinya akan ada seminar yang melibatkan para pengusaha-pengusaha dari berbagai negara di Asia Tenggara, Eropa dan Afrika tersebut. Khusus untuk Sumbar sendiri sejumlah pengusahanya sudah dikoordinir oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
“Ke depan kita berharap investasi akan mudah mengalir. Juga bantuan-bantuan akan ada buat Kota Padang. Kita akan menggagas nantinya penerbangan langsung ke Madinah dan Makkah untuk jemaah umrah. Jadi, jemaah umrah dari Pekanbaru dan sekitarnya berangkat dari Padang,” sebut Walikota.
Pertemuan dai dan ulama tersebut dimulai hari ini, Selasa (11/7) diawali dengan pelaksanaan lomba (Musabaqah) Hifzil Quran, Hifzil Sunnah dan Hadist. Musabaqah dibuka di Asrama Haji Tabing dan paginya dilakukan tausyiah subuh di masjid setempat. Dalam kesempatan itu bakal dihadiri Ketua Yayasan Al Manarah Al Islamiyah Arab Saudi Syekh Khalid Al Hamudi, Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, Wakil Wali Kota H. Emzalmi, serta sejumlah kepala OPD Pemko Padang.
Selama di Padang, rombongan dari Timur Tengah sudah mengunjungi tiga masjid dan mengimami sholat di sana. Yakni Masjid Nurul Iman, Masjid Baitul Haadi Aur Duri serta Masjid Babusalam di Koto Tangah. Pada 16 Juli 2017 nanti, tamu-tamu dari Afrika dan Timur Tengah serta Eropa akan berdatangan lagi guna mengikuti agenda II yang akan digelar pada 17 Juli 2017, yakni pertemuan da’i dan ulama se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa. Acara dibuka di Masjid Raya Sumbar dan dilanjutkan di Inna Muara Padang. Pertemuan akan berlangsung sampai 20 Juli 2017 nanti.
Pembukaan pertemuan dai’ dan ulama nanti akan dilakukan di Masjid Raya Sumbar. Dalam pertemuan nanti, peserta berasal dari Asia Tenggara, Eropa dan Afrika. Sementara narasumbernya adalah dari Eropa dan Arab Saudi. Acara ini mengangkat tema “Dari Padang Membangun Persatuan Ummat untuk Dunia”. (rin/*)







