
MEDAN – PT Pertamina (Persero) Regional Sumatera bagian utara (Sumbagut) mencatat peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji selama Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) di lima provinsi wilayah kerjanya. Kenaikan konsumsi BBM lima provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat (Sumbar) mengalami peningkatan khususnya produk gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series).
Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional Sumbagut, Taufikurachman mengatakan, realisasi harian BBM secara tahun berjalan (year to date/ ytd) per 10 Januari 2021 konsumsi gasoline mengalami kenaikan sebesar 7,6 persen atau 12.400 Kiloliter (KL) dibanding konsumsi normal sebanyak 11.520 KL.
“Dibanding estimasi Satgas Nataru, konsumsi gasoline naik 3,7 persen dibanding estimasi Satgas sebanyak 11.960 KL,” ujar Taufikurachman melalui siaran pers, Rabu (13/1/2021).
Ia menjelaskan, gasoline untuk wilayah Sumut pada masa Satgas Nataru meningkat sebanyak 8,7 persen atau sebesar 4.838 KL per hari dari konsumsi normal harian yaitu 4.440 KL. Demikian juga di Sumbar, konsumsi gasoline juga meningkat sebesar 12,6 persen atau 2.066 KL per hari dari konsumsi normal harian sebesar 1.834 KL.
Untuk wilayah Aceh, gasoline mengalami peningkatan konsumsi sebesar 3,9 persen atau 1.788 KL per hari dibandingkan konsumsi normal harian yaitu 1.721 KL per hari. Sementara itu, wilayah Riau juga mengalami tren kenaikan gasoline sebanyak 6,2 persen dan 3,6 persen di Kepulauan Riau.
Diakuinya, selama momen Nataru, sebagian besar masyarakat di lima provinsi tersebut memilih menggunakan Pertalite. Terlihat dari konsumsi Pertalite yang mengalami kenaikan sebesar 20,1 persen atau 7.343 KL dibanding rerata normal 6.115 KL.
“Di wilayah Sumbagut, pengendara sepeda motor dan mobil paling banyak menggunakan Pertalite. BBM ini sesuai kebutuhan mesin kendaraan dan ramah lingkungan,” sebut Taufikurachman.
Kondisi berbalik pada BBM jenis gasoil (Dex, Dexlite, Biosolar) yang justru mengalami penurunan sebesar 0,6 persen atau 7.077 KL dibandingkan konsumsi normal sebanyak 7.121 KL. Dari estimasi Satgas sebanyak 7.405 KL, konsumsi gasoil masih turun 4,4 persen.
“Dexlite mengalami kenaikan 18 persen sedangkan Biosolar turun 1,1 persen di wilayah Sumbagut selama masa Satgas,” terangnya.
Sementara itu, konsumsi LPG Public Service Obligation (PSO) atau subsidi, realisasi harian secara ytd per 10 Januari 2021 mengalami kenaikan sebesar 5,3 persen atau 2.728 Metric Ton (MT) dibanding konsumsi normal 2.592 MT. Sedangkan konsumsi LPG Non PSO atau non subsidi mengalami penurunan sebesar 0,6 persen atau 347 MT dibandingkan konsumsi normal sebanyak 349 MT.
“Tapi jika dibanding dengan estimasi Satgas, konsumsi LPG subsidi naik 2,9 persen dan LPG Non subsidi turun 2,3 persen,” ujarnya.
Sebelumnya, Pertamina telah membentuk Tim Satgas Nataru mulai dari 7 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021 guna memantau penyaluran dan kelancaran distribusi BBM dan elpiji. Selama masa itu, Pertamina telah mengantisipasi adanya perubahan pola konsumsi BBM. Tim Satgas sudah menyalurkan BBM dan LPG dengan baik di seluruh wilayah Sumbagut. (Febry/*)






