
PADANG – Mendukung pergerakan ekonomi masyarakat, masyarakat, PT Pertamina MOR I menghadirkan tujuh pertashop di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pertashop tersebut beroperasi melalui kerja sama dengan pemerintahan nagari.
“Peresmian beroperasinya tujuh pertashop dilakukan pada Rabu (22/7/2020). Pertashop tersebut berada di tujuh nagari di Padang Pariaman,” kata Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I, Kamis (23/7/2020).
Dia menerangkan, tujuh nagari lokasi pertashop tersebut adalah Sungai Durian, Pakandangan, Ulakan Tapakis, Kuranji Hilir, Parit Malintang, III Koto Aur Malintang, Tanjung Gadang.
Roby menjelaskan, Pertashop yang hadir di Kabupaten Pariaman menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dengan harga sama dengan di SPBU. Kebutuhan stok Pertashop Kabupaten Padang Pariaman dipasok dari Integrated Terminal Teluk Kabung.
Beroperasinya Pertashop juga akan mendukung perekonomian Sumbar melalui pendapatan asli daerah (PAD) berupa pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB).
“Tahun 2019, Pertamina MOR I menyumbangkan PBBKB sebesar 430 miliar rupiah untuk masyarakat Sumbar. Setoran PBBKB itu meningkat dibanding tahun 2018 sebesar 398 miliar rupiah,” jelas Roby.
Roby menambahkan, ke depan Pertamina akan menambah 18 lokasi Pertashop di wilayah Sumbar. Yaitu di Kabupaten Pariaman, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota dan Sijunjung.
Pengoperasian Pertashop merupakan tindak lanjut nota kesepahaman Kemendagri dengan Pertamina nomor 193/1536.A/SJ tentang dukungan Pemerintah dan Masyarakat Desa dalam Peningkatan dan Pengembangan Program Pertashop di Desa pada tanggal 18 Februari 2020.
Pertashop hadir dalam tiga jenis kategori yakni Gold dengan kapasitas BBM dibawah seribu liter per hari, dan luas lahan yang dibutuhkan sekitar 18×8 meter. Lalu ada Platinum yang berkapasitas BBM hingga tiga ribu liter per hari dan kebutuhan lahan 200 meter persegi. Terakhir kategori Diamond yang kebutuhan lahan hingga 500 meter persegi dan kapasitas diatas tiga ribu liter per hari.
“Semoga dengan hadirnya Pertashop, dapat mendukung kebangkitan ekonomi Sumbar,” ujarnya.
Nasyaruddin, Wali Nagari sekaligus pengelola Pertashop Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman, mengungkapkan bersyukur atas kehadiran pertashop di daerahnya.
Pertashop bisa menjadi sumber pendapatan baru. Sekaligus memasyarakatkan pemakaian pertamax sebagai BBM berkualitas di tengah masyarakat.
“Kami sebagai pengelola Pertashop, bisa memperoleh sumber pendapatan baru. Apalagi kalau warga menjadi terbiasa pakai Pertamax, makin tambah pemasukan nagari,” kata Nasyaruddin.*






