
PADANG – Pertama kalinya di masa pandemi covid 19, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melepas kebeangkatan jemaah umroh dari Bandara International Minangkabau (BIM), Sabtu (29/1/22). Rombongan ini adalah jemaah dari Rizkoa Tour & travel menuju Makkah dengan jumlah 172 orang.
Saat melepas keberangkatan jemaah, Mahyeldi tak dapat menutupi rasa sukacita dan syukurnya karena ibadah yang diimpikan banyak umat ini sudah lama tertunda.
“Alhamdulillah keinginan masyarakat untuk umroh bisa kembali terlaksana. Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saya mengucapkan selamat dan terimakasih pada Rizkia Tour, semoga perjalanan jemaah ke tanah suci lancar, diberkahi dan mabrur,” ujar Buya Mahyeldi.
Dalam siaran pers Media Center Diskominfotik Sumbar, Gubernu juga juga mohon kepada jemaah untuk mendoakan keberkahan untuk Sumbar dan Indonesia di tempat-tempat mustajab di tanah suci agar terhindar dari musibah.
“Mohon doanya di tempat mustajab. Insyaallah siang ini kita juga kedatangan Dubes Arab Saudi yang berkunjung selama empat hari ke Sumbar. Semoga hubungan Sumbar dan Timur Tengah dan juga investasi jadi lebih baik dan lancar,” tambahnya.
Pelepasan ditandai dengan pengalungan syal kepada Nur Asmi (72), salah seorang jamaah yang telah bersabar menunggu keberangkatan sejak Maret 2020 silam.
Sementara dipihak pelaksana, Pimpinan Rizkia Tour & Travel Arbi Thalib, menyebut, selain jemaah asal Sumbar, disaat bersamaan juga diberangkatkan jemaah asal Riau dengan total jumlah 172 orang jemaah.
“Alhamdulillah sejak izin penerbangan dibuka 8 Januari, kita yang perdana berangkat dari Sumbar. Untuk persiapan tidak ada perbedaan, hanya ada tambahan syarat vaksin dan PCR serta karantina selama 8 hari. 1 hari sebelum keberangkatan dan 7 hari sepulang nanti,” jelas Arbi.
Salah seorang jemaah asal Payakumbuh, Adam Begading (60) mengaku sangat bahagia ketika mendapat kabar penerbangan umroh telah dibuka kembali. Kesabarannya menanti selama dua tahun akhirnya berbuah manis.
“Terharu, bercucuran air mata, Alhamdulillah akhirnya bisa berangkat ke tanah suci setelah menunggu hampir 2 tahun,” katanya.(nit/*)






