
SAWAHLUNTO – Pemko Sawahlunto merencanakan pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka mulai Rabu (5/1/2021). Seluruh guru diwajibkan mengikuti tes pemeriksaan cepat (rapid test) antigen.
Kepala Dinas Pendidikan kota Sawahlunto, Asril menerangkan, rapid test antigen dilaksanakan selama dua hari, sejak hari ini sampai besok (Senin dan Selasa, 4 sampai 5/1/2021).
“Seluruh guru diwajibkan rapid test antigen. Pemeriksaan selama dua hari, sekarang dan besok di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah,” kata Asril, Senin (4/1/2021).
Dia menjelaskan, rapid test antigen diikuti seluruh guru mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SLTP, SLTA dan SLB. Tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dalam proses belajar mengajar tatap muka.
“Agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di lembaga pendidikan, seluruh tenaga pendidik harus dipastikan negatif melalui rapid test antigen,” ujarnya.
Asril menambahkan, terkait pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka, tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan. Kehadiran siswa hanya 50 persen di sekolah. Memakai masker, menjaga jarak dan menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer.
“Belajar tatap muka diikuti setengah atau 50 persen dari jumlah siswa, 50 persen lainnya belajar melalui jaringan. Dilakukan secara bergiliran, teknisnya sudah diatur,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sawahlunto Adri Yusman menyebutkan, pelaksanaan rapid test antigen untuk tenaga pendidik sudah dipersiapkan secara optimal.
“Seluruh peralatan dan fasilitas serta tenaga kesehatan sudah disiapkan untuk pelaksanaan rapid test antigen guru – guru tersebut,” katanya.
Pelaksanaan rapid test antigen tersebut disambut baik oleh guru. Endang, salah seorang guru MTsN 2 Kota Sawahlunto menyatakan bersedia mengikuti rapid test.
“Untuk guru dari Kementerian Agama, rapid test dijadwalkan besok. Kami siap mengikuti pemeriksaan demi kebaikan dan keselamatan bersama seluruh guru dan murid di sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, Kota Sawahlunto pada pekan ke- 43 pandemi Covid-19 masuk dalam daerah dengan kategori risiko sedang atau Zona Oranye dengan skor 2,29. Zonasi tersebut ditetapkan terhitung tanggal 3 sampai tanggal 10 Januari 2021.
Total kasus positif Covid-19 di Kota Sawahlunto berdasarkan data Satgas provinsi adalah sebanyak 304 orang. 263 orang (86,5 persen) diantaranya sudah dinyatakan sembuh, 6 orang (1,9 persen) meninggal. Sisanya masih menjalani perawatan atau isolasi. (Tumpak)






