PADANG- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mengoptimalkan penyaluran BBM Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) atau Biosolar di wilayah Kota Padang. Optimalisasi itu dilakukan untuk menjaga kebutuhan energi di masyarakat karena sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang mengalami peningkatan kepadatan kendaraan beberapa waktu terakhir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Pertamina Patra Niaga Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan, peningkatan kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Kota Padang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan Biosolar selama Mei 2026.
“Kondisi ini turut dipengaruhi adanya potensi peralihan penggunaan dari BBM nonsubsidi ke BBM Subsidi akibat disparitas harga, serta adanya indikasi transaksi anomali pada sejumlah kendaraan,” kata Fahrougi, Kamis (21/5/2026).
Dia menambahkan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah melakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemangku kepentingan terkait untuk mengantisipasi peningkatan permintaan dan antrean yang terjadi di SPBU khususnya Kota Padang.
“Menindaklanjuti hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan peningkatan penyaluran BBM hingga 20 persen di atas rata-rata normal sejak 14 Mei 2026 guna menjaga ketersediaan energi di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, Pertamina terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi melalui monitoring transaksi dan pemblokiran QR kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi anomali maupun pemalsuan data kendaraan. Hingga saat ini, Fahrougi menyebut telah ratusan nomor polisi kendaraan dilakukan pemblokiran sebagai bagian dari upaya menjaga penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran.
“Pertamina juga telah memberikan sanksi pembinaan kepada sejumlah SPBU di wilayah Sumatera Barat yang ditemukan melakukan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi,” sebutnya.
Dia menegaskan, Pertamina tidak menoleransi segala bentuk penyalahgunaan maupun pelanggaran terkait penyaluran BBM subsidi. pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk memastikan distribusi energi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. F







