Permainan Sipak Rago Perlu Dilestarikan Sebagai Warisan Budaya
  • Home
  • Berita
  • Permainan Sipak Rago Perlu Dilestarikan Sebagai Warisan Budaya

Permainan Sipak Rago Perlu Dilestarikan Sebagai Warisan Budaya

PADANG – Permainan sipak rago patut dilestarikan sebagai warisan budaya yang mengandung nilai filosofi kehidupan. Selain itu, tradisi itu juga layak dikembangkan menjadi olahraga prestasi.

Hal itu dikatakan Calon Walikota Padang (petahana) Mahyeldi Ansharullah saat membuka pertandingan sipak rago antar tim se-Kota Padang di Pasia Nan Tigo, Kamis (15/3/2018) petang.

Mahyeldi yang hadir bersama Calon Wakil Walikota Hendri Septa mengatakan, ke depan perlu dibentuk kepengurusan sipak rago dan sesering mungkin diadakan kejuaraan – kejuaraan antar tim. Hal itu guna mendorong sipak rago bisa berkembang menjadi cabang olahraga resmi dan menjadi menarik bagi generasi muda untuk dipelajari.

“Saya mendorong terbentuknya kepengurusan sipak rago agar olahraga ini berlembang. Bisa menjadi cabang olahraga dan dipelajari oleh generasi muda,” ujar Mahyeldi.

Adapun permainan sipak rago menggunakan bola dari rotan yang mirip bola yang dimainkan dalam sepak takraw. Bedanya, bola sipakrago berukuran lebih kecil dan terdiri dari dua lapis. Biasanya dimainkan bersama tim tanpa menggunakan jaring.

Olahraga khas Minangkabau ini, umumnya dimainkan di sasaran -sasaran persilatan. Hampir setiap sasaran perguruan silat memiliki tim pemain sipak rago sendiri sehingga sering diadakan pertandingan antar sasaran persilatan.

Mahyeldi mengakui, sipak rago bukan sekadar permainan, melainkan memiliki nilai-nilai dan filosofi kehidupan. Terlihat dari bola yang dimainkan memiliki dua bola pada sisi luar dan bagian dalamnya. Ini menggambarkan manusia yang memiliki sisi lahir dan batin.

“Meskipun sisi luarnya terdiri dari rajutan rotan yang jarang, namun bagian dalamnya lebih padat. Ini menggambarkan lahiriyah dan batiniyah,” ucapnya.

Kemudian, dalam bermain, Mahyeldi melihat ada nilai kekompakan pada tim yang bisa bekerjasama dan memiliki keikhlasan dalam berbagi.

“Disini ada peran  kekompakan sehingga terbentuk superteam dan masing-masing ikhlas untuk saling berbagi bola kepada yang lain,” kata Mahyeldi.

Untuk itu, Mahyeldi mendorong setiap sasaran perguruan silat agar memiliki tim sipak rago. Nantinya dapat digelar kejuaraan sipak rago antar tim tingkat Kota Padang dan Tingkat Sumatera Barat.

“Saya berkeinginan untuk menggelar kejuaraan sipak rago tingkat Kota Padang bahkan tingkat Sumbar. Itu dimulai dari sasaran silat untuk membentuk tim. Setiap sasaran harus punya tim sipak rago,” tukasnya.

Senada, Hendri Septa menambahkan, sipak rago ini bagian dari kearifan lokal yang sudah mengakar di kalangan persilatan di Sumatera Barat. Kearifan lokal ini merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan dengan memperkenalkan ke generasi muda.

“Selain melestarikan kearifan lokal, sipak rago juga bisa dijadikan olahraga pilihan bagi masyarakat dan generasi muda Kota Padang,” kata Hendri Septa.

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara kejuaraan sipak rago tersebut, Hendra Joni mengatakan, ada 25 tim se-Kota Padang yang turut ambil bagian.

Ia menyebut, kegiatan ini diadakan juga sebagai wujud perhatian dari masyarakat dan pasangan calon Mahyeldi-Hendri yang bernomor urut 2 terhadap olahraga. Khususnya olahraga sipak rago yang merupakan tradisi lokal memang perlu perhatian agar lebih berkembang.

“Ini wujud perhatian masyarakat bersama pasangan Mahyeldi – Hendri terhadap olahraga sipak rago,” tukuknya.(der)

Berita Terkait

Leave a Reply